Freeport Mau “Nge-Kick” Indonesia Dengan Gaya Kompeni

Demo Freeport (rimanews/net)
Demo Freeport (rima)

 

kicknews.today Jakarta – Analis Geopolitik Hendrajit mengatakan, Polemik Freeport jangan dilihat dari tudingan Menteri ESDM Sudirman Said terhadap Ketua DPR-RI Setya Novanto yang meminta saham secara gratis kepada perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat tersebut.

Freeport, dalam hal ini James Moffet dan jajaran direksinya, nampaknya tahu persis di lingkar dalam kekuasaan Jokowi sedang terjadi keretakan karena berebut lahan-lahan strategis perekonomian. Khususnya di Energi dan Migas.

“Freeport seperti halnya sepak-terjang VOC Belanda ketika mengadu-domba para pangeran di kerajaan Mataram. VOC Belanda maupun Freeport sebagai VOC gaya baru, bisa dengan mudah menguasa sumberdaya alam karena begitu mudahnya para elit politik kita diadu-domba karena bernafsu untuk memegang kewenangan dalam berunding dengan Freeport,” ujar Hendrajit dalam keterangan pers, Kamis (19/11/2015).

VOC Belanda dulu, lanjut Hendrajit, saking nafsunya para pangeran dan adipati berebut posisi kekuasaan untuk bagi hasil dengan penjajah Belanda. Akibatnya, Mataram pun dibelah dua jadi Solo dan Yogya.

“Kelakuan Freeport mengadu domba unsur pemerintah dan DPR ini bisa jadi pertanda yang tidak bagus ke depannya. Pihak asing jadi dengan mudah melakukan pemetaan politik internal NKRI. Sekaligus menciptakan prakondisi pelemahan internal NKRI sekaligus,” jelasnya.(*)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat