Polres Mataram Usut Penyebab Tewasnya Atlet Pencak Silat Lombok Utara

ilustrasi
ilustrasi

 

kicknews.today Mataram – Kepolisian Resor Mataram, menyelidiki penyebab kematian Syarifudin (16), seorang atlet dari Kabupaten Lombok Utara yang tewas pada Senin (16/11), setelah bertanding dalam kejuaraan daerah cabang olahraga pencak silat antarpelajar se-Nusa Tenggara Barat.

Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto kepada wartawan, di Mataram, Rabu, mengatakan, penyelidikan awal penyebab kematian Syarifudin telah dilakukan dengan memeriksa sejumlah pihak terkait, di antaranya wasit dan panitia pelaksana Kejurda NTB cabang olahraga pencak silat.

“Menindaklanjuti laporan yang kami terima, anggota sedang memintai keterangan sejumlah pihak, di antaranya wasit dan panitia,” Kata Heri Prihanto.

Dijelaskan, baru keterangan awal yang dikantongi anggota seputar tewasnya atlet pria yang masih tercatat sebagai pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Gangga, Kabupaten Lombok Utara itu.

Namun, Heri belum dapat memastikan penyebab kematian Syarifudin, apakah karena ada unsur kelalaian dari pihak panitia atau pun wasitnya, belum bisa disimpulkan. Melainkan, ia menuturkan bahwa hingga kini pihaknya masih merampungkan seluruh keterangan pihak terkait.

“Belum bisa disimpulkan apa penyebabnya, karena anggota masih menyelesaikan proses permintaan keterangan,” ucapnya.

Menurutnya, semua pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan pencarian bakat olah raga pencak silat di tingkat pelajar se-NTB ini, harus memberikan keterangan kepada kepolisian, agar penyebab kematiannya segera terungkap.

Selain mengumpulkan keterangan, pihak kepolisian juga akan mengecek kelengkapan kegiatan, seperti dokumen perizinannya. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak, pastinya akan diketahui setelah penyelidikannya rampung.

“Kita gali juga apakah panitia menyediakan tim kesehatan atau tidak. Dokter atau perawat. Kalau pun ada, apakah perlengkapannya sudah memenuhi syarat pertandingan,” katanya.

Jika memang terindikasi ada unsur kelalaian yang mengakibatkan korban tewas, pihak kepolisian pastinya akan mengambil langkah lanjutan. “Kalau ada kelalaian, pasti ada sanksinya,” ucap Heri.

Insidennya terjadi saat Syarifudin bertanding dengan “rival” sebayanya asal Kabupaten Sumbawa Barat, Iqrom Fauzi (15). Syarifudin mendapat tendangan keras yang menyasar ke arah lehernya, yang mengakibatkan dia terjatuh hingga tak sadarkan diri.

Kemudian, Syarifudin diketahui tewas setelah pihak panitia pelaksana merujuknya ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Sesampainya di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Syraifudin didapati sudah tidak bernyawa lagi. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat