Lion Air : Nafas Co Pilot Mendesah Karena Dekat Dengan Mic

ilustrasi (net)
ilustrasi (net)

kicknews.today Jakarta – Direktur Utama Lion Group Edward Sirait memaparkan hasil investigasi dugaan pelanggaran prosedur penerbangan oleh co-pilot yang melakukan perbuatan tidak pantas di dalam “cockpit” melalui pengeras suara.

Edward dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (18/11) mengatakan terdapat pelanggaran prosedur “announcement” (pengumuman) oleh Co Pilot berupa ucapan selamat ulang tahun kepada salah satu awak kabin.

“Kami tegaskan bahwa Co Pilot kami tidak dalam keadaan mabuk atau dalam pengaruh narkoba seperti yang diberitakan dan dalam keadaan sehat. Hal ini diperkuat oleh kesaksian dari Pilot in Command serta awak kabin yang lain,” katanya.

Dia melanjutkan terkait dengan adanya suara mendesah yang dimaksud adalah bukan seperti yang diberitakan, namun ketika Co Pilot melakukan pengumuman.

“Napas dari Co Pilot tersebut seperti tersengal sengal, cara bicaranya memang seperti itu dan posisi mic pada saat itu terlalu dekat dengan bibir sehingga pada saat menarik nafas atau pada saat mau berbicara terdengar seperti desahan,” katanya.

Dia menambahkan atas pelanggaran prosedur pengumuman terkait dengan ucapan ulang tahun maka Co Pilot telah diberikan sanksi berupa hukuman tidak boleh terbang (grounded).

Seorang penumpang bernama Lambertus Maengkom mengadu ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bahwa pilot pesawat Lion Air JT 990 yang dijadwalkan terbang pukul 19.15 WIB dengan rute Surabaya-Denpasar pada 14 November beberapa kali mengumumkan sesuatu kepada penumpang di luar kebiasaan penerbangan menggunakan pengeras suara.

Saat itu penumpang juga menyatakan mendengar suara desah dari pengeras suara kabin selama perjalanan, yang membuat para penumpang resah dan takut akan atas keselamatan mereka.

Penerbangan pesawat itu juga terlambat tiga jam dari jadwal. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat