in

Keberanian Presdir Freeport “Nge-Kick” Ketua DPR Dengan Rekamannya Perlu Diapresiasi

Presiden Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. (net)
Presiden Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. (net)
Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. (net)

 

kicknews.today Jakarta – Keberanian Presdir PT Freeport Maroef Sjamsoeddin merekam pembicaraan berisi dugaan pencatutan nama Presiden menuai apresiasi.

“Ya harus diapresiasi. Tapi memang sebenarnya setiap orang yang berurusan dengan perusahaan asing harus tahu bahwa perusahaan asing itu memiliki manajemen keterbukaan yang sudah membudaya,” kata Anggota Fraksi Gerindra DPR Martin Hutabarat saat dihubungi, Selasa (17/11/2015).

“Bagi mereka, tidak ada yang perlu disembunyikan, dirahasiakan, supaya bisnis jangan menjadi masalah di satu negara. Saya kira wajar mereka melakukan itu (merekam pembicaraan -red),” ujarnya.

Pembicaraan itu terjadi di sebuah hotel di kawasan Pacific Place 8 Juni 2015 lalu pada pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pertemuan itu adalah pertemuan ketiga. Semua pertemuan disebut diinisiasi oleh Novanto dan pengusaha R.

Kasus pencatutan nama ini sudah dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke MKD DPR. Sudirman melengkapi laporannya dengan bukti transkrip rekaman pembicaraan. Rekaman yang menjadi dasar laporan Sudirman berisi tentang pembicaraan tiga orang yang diduga Setya Novanto, pengusaha minyak berinisial R dan Maroef Sjamsoeddin.

Namun Sudirman belum menyetor rekamannya dan berjanji akan segera menyerahkannya ke MKD.*

Tinggalkan Balasan