BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Setya Novanto : Presiden Dan Wapres Simbol Negara Harus Dihormati

setya novanto (net)
setya novanto (net)

 

kicknews.today Jakarta – Ketua DPR RI Setya Novanto menyiratkan bahwa dirinya tidak mungkin mencatut nama presiden dan wakil presiden dalam hal apapun, karena keduanya merupakan simbol negara yang harus dihormati.

“Yang pertama tentu saya melihat di media bahwa saya (dikatakan) membawa atau mencatut nama presiden. Tapi yang jelas bahwa presiden, wapres adalah simbol negara yang harus kita hormati dan juga harus kita lindungi,” kata Setya Novanto di gedung parlemen, Jakarta, Selasa.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyebut adanya politisi berpengaruh di DPR RI yang mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden dalam negosiasi terkait perpanjangan masa kontrak dengan perusahaan tambang Freeport.

Belakangan dalam wawancara ekslusif dalam program Mata Najwa di Metro TV, Sudirman membenarkan politisi yang dimaksud adalah Ketua DPR RI Setya Novanto.

Setya Novanto menyatakan tidak pernah bertemu secara khusus dengan Sudirman Said. Sehingga menyangkut hal-hal yang diutarakan Sudirman dimuka publik, Setya Novanto meminta media massa menanyakan langsung kepada yang bersangkutan.

Setya Novanto juga menyebut langkah Sudirman Said melaporkan dirinya ke Mahkamah Kehormatan Dewan sah-sah saja. Namun dia meminta masalah tersebut agar disampaikan secara jelas.

Ditemui terpisah politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso menilai bahwa apa yang sudah disampaikan Sudirman Said di ranah publik harus bisa dipertanggungjawabkan jika tidak terbukti kebenarannya.

Di sisi lain jika apa yang disampaikan Sudirman terbukti, Bowo menilai Presiden Jokowi sepatutnya mendorong orang yang mencatut namanya untuk meminta maaf kepada publik. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Perkosaan Digunakan sebagai Senjata dalam Krisis Rohingya

  kicknews.today – Perkosaan digunakan sebagai senjata dalam krisis Rohingya, dan tak seorang perempuan pun ...