Sengketa Laut Tiongkok, Obama Tawarkan Kapal Perang Pada Filipina

President Barack Obama speaks during an end-of-the year news conference in the Brady Press Briefing Room at the White House in Washington, Friday, Dec. 20, 2013. At the end of his fifth year in office, Obama's job approval and personal favorability ratings have fallen to around the lowest point of his presidency. Obama will depart later for his home state of Hawaii for his annual Christmas vacation trip. It's the first time in his presidency that his departure plans have not been delayed by legislative action in Washington. (AP Photo/Susan Walsh)
President AS Barack Obama (net)

kicknews.today Manila – Presiden AS Barack Obama, Selasa, menawarkan bantuan kapal perang kepada Filipina sebagai bagian dari bantuan senilai 250 juta dolar bagi sekutunya di Asia Tenggara, yang mengkhawatirkan upaya Tiongkok menguasai Laut Tiongkok Selatan.

Obama mengungkapkan janji itu di kapal AL Filipina, tak lama setelah tiba di Manila untuk menghadiri pertemuan puncak pemimpin Asia-Pasifik, yang juga akan dihadiri Presiden Tiongkok Xi Jinping.

“Kunjungan saya di sini menekankan tekad kami bagi keamanan perairan di kawasan ini dan bagi kebebasan pelayaran,” kata Obama saat mengumumkan bantuan itu.

Tawaran tersebut untuk memastikan bahwa sekutu AS bertekad menjaga keamanan di perairan kawasan tersebut, menyusul pembangunan pulau buatan oleh Tiongkok di sebagian wilayah Laut Tiongkok Selatan, yang diklaim berbagai negara.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh wilayah perairan itu, yang merupakan jalur strategis dan menampung beberapa rute pelayaran paling penting dunia.

Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan juga mengklaim sebagian wilayah perairan itu, yang diduga mengandung sumberdaya minyak dan gas melimpah.

Pembangunan pulau-pulau buatan oleh Tiongkok baru-baru ini di dekat Filipina telah memicu AS untuk mengerahkan sebuah perusak rudal dan pengebom B-52 ke kawasan tersebut.

Tiongkok dipastikan akan berang dengan pernyataan Obama tersebut, karena mereka bersikeras bahwa AS tidak mempunyai hak untuk melibatkan diri dalam sengketa perairan yang jauh dari pantai AS.

Tiongkok juga berulangkali meminta KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang dimulai pada Rabu, untuk fokus pada perdagangan dan tidak terganggu oleh sengketa itu.

Filipina yang memiliki militer paling lemah di Asia dan paling keras mengkritik aksi-aksi Tiongkok di perairan itu, akan menerima dukungan paling banyak dalam paket bantuan AS itu.

Obama mengatakan Filipina akan mendapatkan kapal patroli pantai AS yang tidak terpakai yang diubah menjadi kapal perang baru, yang akan “mendukung kemampuan angkatan laut untuk melakukan patroli jangka panjang”.

Ia mengatakan Filipina juga akan mendapatkan kapal riset untuk membantu memetakan perairan wilayahnya.

Filipina akan menerima 79 juta dolar bantuan pada tahun pembukuan ini, untuk mendukung keamanan lautnya, dan merupakan penerima terbesar di Asia Tenggara, kata Gedung Putih.

“Ini akan menjadi kontribusi nyata bagi kemampuan keamanan maritim kami,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Filipina Peter Galvez kepada AFP.

Vietnam, bekas musuh AS juga bersuara keras menentang Tiongkok, juga akan mendapatkan bantuan 40,1 juta dolar dalam tahun ini dan tahun depan, demikian pernyataan Gedung Putih.

Indonesia, yang bukan merupakan pengklaim namun meminta Tiongkok mengklarifikasi posisinya di perairan itu, akan mendapatkan hampir 20 juta dolar untuk membantu “menjaga kawasan maritimnya”.

Malaysia, yang akan dikunjungi Obama untuk pertemuan puncak politik kawasan pada Jumat, akan menerima 2,5 juta bantuan keamanan maritim.

KTT melenceng Obama pada Rabu akan bertemu dengan Xi pada awal KTT APEC, yang mempertemukan pemimpin dari 21 ekonomi lingkaran Pasifik yang merupakan lebih dari separuh perekonomian global.

Meski KTT dua hari itu dimaksudkan fokus pada upaya menumbuhkan persatuan dalam perdagangan, acara tahunan itu seringkali dialihkan ke isu-isu global lain.

Temu puncak pada tahun ini dibayangi serangan di Paris pada pekan lalu, yang diklaim dilakukan kelompok keras IS dan menewaskan setidak-tidaknya 129 orang.

Obama, Xi dan sejumlah pemimpin negara lain tiba di Manila pada Selasa, dari Turki, dimana mereka menghadiri KTT G20 yang juga fokus pada IS dan upaya menghancurkan jaringan militan.

Pemimpin IS “tidak akan ada tempat selamat dimanapun”, kata Obama dalam KTT G20, dan berjanji akan memburu kelompok itu tanpa ampun.

Pemerintah Filipina, yang mengerahkan lebih dari 20 ribu polisi dan tentara untuk mengamankan KTT itu, mengatakan, keamanan semakin ditingkatkan dengan adanya serangan Paris.

Kegiatan di sebagian wilayah ibukota berpenduduk 12 juta orang itu dihentikan untuk menjamin keamanan para pemimpin negara, dengan jalan utama ditutup, barikade dipasang serta kehadiran pasukan penjaga keamanan yang terlihat mencolok. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat