PBB Prihatin Dengan Pertumpahan Darah Di Palestina

ilustrasi - demo anti israel (net)
ilustrasi – demo anti israel (net)

 

kicknews.today Jenewa – Dua Rapporteur Khusus PBB pada Senin (16/11) menyampaikan keprihatinan besar mengenai berlanjutnya kerusuhan di Wilayah Pendudukan Palestina dan Israel sejak awal Oktober, sehingga dilaporkan menewaskan lebih dari 80 orang Palestina.

Rapporteur Khusus PBB melaporkan mengenai situasi hak asasi menusia di Wilayah Pendudukan Palestina dan mengenai pelaksanaan hukuman mati secara cepat terhadap seseorang yang dituduh melakukan kejahatan tanpa pengadilan lengkap dan adil.  Christof Heyns mendesak pemerintah melaksanakan penyelidikan yang independen, menyeluruh, segera dan tak memihak mengenai semua kasus dugaan penghukuman mati secara cepat, sewenang-wenang dan tanpa proses pengadilan.

Seruan kedua rapporteur PBB tersebut bagi diakhirinya kekerasan dan kepatuhan ketat pada hukum internasional dikeluarkan setelah dugaan pembunuhan terhadap satu orang Palestina –yang ditembak hingga tewas oleh pasukan Israel selama operasi penangkapan di satu rumah sakit Al-Khalil (Hebron) pada Kamis pekan lalu (12/11).

Korban jiwa –dari pihak Palestina dan Israel– dilaporkan pada Jumat pekan lalu dan pada akhir pekan.

“Kasus penggunaan kekuatan secara berlebihan oleh pasukan Israel terhadap orang Palestina, termasuk yang kelihatannya menjadi penghukuman mati secara cepat, terus dilaporkan dan sebagian telah direkam,” kata kedua ahli itu di dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin, sebagaimana dikutif xinhua yang dipantau kicknews di Jakarta, Selasa pagi.

Kedua ahli tersebut menyambut baik penjelasan yang dilaporkan dikeluarkan oleh Jaksa Agung Israel Yehuda Weinstein bahwa tentara Israel “dilarang menembak seorang tersangka penyerang kecuali ada ancaman hilangnya nyawa orang yang tak bisa dicegah dan penembakan harus sebanding dengan ancaman”.

“Ini adalah pernyataan penting sebab perkataan yang dikeluarkan oleh sebagian anggota senior polisi dan politikus senior Israel tampaknya malah bertolak-belakang,” kata Heyns. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat