in

Polda NTB Tahan Oknum PNS Terkait Pemalsuan Pupuk

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

 

kicknews.today Mataram – Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat telah menahan salah seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Lombok Timur berinisial MI terkait dugaan pemalsuan pupuk organik bersubsidi.

Direktur Ditreskrimsus Polda NTB melalui Kasubdit I AKBP Boyke Karel Wattimena kepada wartawan, Senin, mengungkapkan bahwa penahanan MI sebagai tersangka terhitung sejak Jumat (13/11) lalu di ruang sel tahanan Mapolda NTB.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, ada dua tersangka yang ditetapkan. Salah satunya adalah salah seorang yang masih tercatat sebagai PNS di kabupaten Lombok Timur,” kata Boyke.

Selain MI, lanjutnya, ada juga tersangka yang berasal dari pihak swasta, berinisial HT. “HT ini bertindak sebagai pemodal dalam pemalsuan pupuk organik bersubsidi ini,” ujarnya.

Jadi, kata dia, kedua tersangka memainkan perannya masing-masing. HT yang bertindak sebagai pemodal, meminta bantuan kepada MI untuk melancarkan aksinya. Kemudian MI kapasitasnya memberikan bantuan berupa tenaga pekerja, sekaligus menyediakan tempat untuk proses pembuatannya.

Aksi kedua tersangka dipidanakan karena pupuk non-subsidi produksinya diduga palsu. Bahan baku yang digunakan, diketahui murni berasal dari pupuk organik bersubsidi merek Super Petro Ganit produksi PT Petrokimia Gresik.

“Istilahnya, isi pupuk organik merek Super Petro Ganit itu, diganti kemasan oleh mereka. Tersangka membuat kemasan baru pupuk organik non-subsidi. Dengan cara itu, mereka bermaksud untuk meraup keuntungan yang lebih besar,” ucapnya.

Aksinya ini, diketahui Polda NTB setelah menerima laporan dari masyarakat setempat yang mencurigai kegiatan mereka di KUD Pringgabaya. Menindaklanjuti hal itu, pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan dan ditemukan sejumlah alat bukti yang membenarkan adanya dugaan tindak pidana.

Alat bukti yang disita pihak kepolisian antara lain, 380 karung kemasan pupuk organik non-subsidi bermerek Granul Mitra Ganit, produksi CV Mitra Agro Sentosa. Kemudian ada juga pupuk organik bersubsidi merek Super Petro Ganit yang masih dalam karung kemasan, jumlahnya mencapai 2 ton.

Selain itu, ada juga ditemukan tumpukan karung kosong kemasan produksi PT Petrokimia Gresik di sekitar halaman KUD, yang diperkirakan sengaja dibakar oleh tersangka untuk menghilangkan bukti pemalsuan. (ant)