BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Polda NTB Gencar Berantas Mafia Pupuk

Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Prasetidjo Utomo
Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Prasetidjo Utomo

 

kicknews.today Mataram – Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat gencar memberantas mafia pupuk yang bermain di wilayahnya.

“Sebenarnya banyak laporan yang kami terima dari masyarakat, salah satunya yang sudah mendapat ‘titik terang’ pemalsuan pupuk organik bersubsidi di wilayah Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda NTB melalui Kasubdit I AKBP Boyke Karel Wattimena di Mataram, Senin.

Dalam kasus tersebut, Subdit I Ditreskrimsus Polda NTB menetapkan dua tersangka, yakni MI dan HT. Keduanya diduga melakukan pemalsuan pupuk organik bersubsidi produksi PT Petrokimia Gresik.

Dari hasil pemeriksaan, mereka juga memalsukan pupuk nonsubsidi produk CV Mitra Agro Sentosa bermerek Garnul Mitra Ganit dan sudah dijual di tengah masyarakat.

Modusnya, mereka mengemas ulang pupuk organik bersubsidi produk Petrokimia Gresik dengan kemasan merek Garnul Mitra Ganit.

Namun, kedua tersangka hanya dijerat atas kasus pemalsuan pupuk organik bersubsidi produk PT Petrokimia Gresik yang dipasarkan CV Hidayat di wilayah Lombok Timur.

“CV Hidayat ini pihak ketiga PT Petrokimia Gresik yang memasarkan pupuk bersubsidi di wilayah Lombok Timur,” katanya.

Tersangka dijerat dengan UU Nomor 15/2001 tentang Merek, UU No. 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Bpyke menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang terlibat pemalsuan pupuk.

“Kalau terbukti terlibat, siapa pun dia, pasti akan kita tindak tegas. Tidak ada kata toleransi, karena ini sudah melanggar aturan hukum,” ucapnya.

Boyke berterima kasih kepada masyarakat yang kerap memberikan laporan dugaan penyimpangan dalam hal pupuk bersubsidi. Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran pupuk yang dicurigai bermasalah.

“Semoga dari kasus-kasus yang kita tangani ini, masyarakat bisa belajar dan mengerti tentang peredaran pupuk bersubsidi, jangan sampai ada yang menjadi korban, Masalah petani, masalah perut kita juga,” kata Boyke. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Polisi Diminta Perbanyak Razia Siswa yang Bawa Motor ke Sekolah

  Mataram – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat meminta polisi mengintensifkan razia siswa ...