Polda NTB Dalami Peran Ketua KUD Pringgabaya Terkait Pemalsuan Pupuk

 

ilustrasi
ilustrasi

 

kicknews.today Mataram – Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat mendalami peran Ketua Pengelola Koperasi Unit Desa (KUD) Pringgabaya terkait adanya temuan pemalsuan pupuk organik bersubsidi di wilayanya.

Direktur Ditreskrimsus Polda NTB melalui Kasubdit I AKBP Boyke Karel Wattimena kepada wartawan di Mataram, Senin, menuturkan bahwa sementara ini pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan pengelola KUD Pringgabaya dengan dugaan tindak pidana ini.

“Sejauh ini pengelolanya diketahui hanya sebatas berhubungan saudara dengan salah seorang tersangka berinisial MI. Selebihnya, dia hanya memfasilitasi MI untuk melakukan kegiatannya,” kata Boyke.

Terkait dengan identitas pengelola KUD Pringgabaya, Boyke enggan menjelaskannya. Ia hanya menuturkan bahwa pengelola hanya sebatas saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik.

“Namanya saya lupa, tapi keterangannya sudah kami kantongi. Selebihnya, akan kita dalami untuk mengetahui sejauh mana keterlibatannya dalam kasus ini,” ucapnya.

Diketahui, dalam kasus ini Subdit I Ditreskrimsus Polda NTB telah menetapkan dua tersangka, yakni MI dan HT. Menurut keterangan, MI yang memiliki hubungan saudara dengan pengelola KUD Pringgabaya, merupakan salah seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan HT, adalah pemodalnya.

Aksi kedua tersangka dipidanakan karena pupuk nonsubsidi produksinya diduga palsu. Bahan baku yang digunakan, diketahui murni berasal dari pupuk organik bersubsidi merek Super Petro Ganit produksi PT Petrokimia Gresik.

“Istilahnya, isi pupuk organik merek Super Petro Ganit itu, diganti kemasan oleh mereka. Tersangka membuat kemasan baru pupuk organik nonsubsidi. Dengan cara itu, mereka bermaksud untuk meraup keuntungan yang lebih besar,” ucapnya.

Aksinya diketahui berawal dari laporan masyarakat setempat yang mencurigai kegiatan mereka di KUD Pringgabaya. Menindaklanjuti hal itu, pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan dan ditemukan sejumlah alat bukti yang membenarkan adanya dugaan tindak pidana.

Alat bukti yang disita pihak kepolisian antara lain, 380 karung kemasan pupuk organik nonsubsidi bermerek Granul Mitra Ganit, produksi CV Mitra Agro Sentosa. Kemudian ada juga pupuk organik bersubsidi merek Super Petro Ganit yang masih dalam karung kemasan, jumlahnya mencapai 2 ton.

Selain itu, ada juga ditemukan tumpukan karung kosong kemasan produksi PT Petrokimia Gresik di sekitar halaman KUD, yang diperkirakan sengaja dibakar oleh tersangka untuk menghilangkan bukti pemalsuan. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat