BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Balai Wilayah Sungai NTB Tanggapi Indikasi Kecurangan Proyek Tanggul

ilustrasi
ilustrasi

 

 

kicknews.today Mataram – Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara, melalui pejabat pembuat komitmen (PPK) memberikan tanggapan soal adanya indikasi kecurangan dalam proyek tanggul yang berlokasi di Kali Unus, Kota Mataram.

“Terkait pemberitaan Kali Unus yang muncul di media itu tidak benar,” kata Eyep Pamungkas, PPK paket tanggul banjir dan perkuatan tebing Kali Unus dari BWS Nusa Tenggara di Mataram, Senin.

Dikatakan bahwa kondisi proyek BWS Nusa Tenggara yang dikerjakan pada tahun 2014 oleh PT Satria Multi Guna (SMG), hingga kini masih dalam keadaan baik.

“Setelah adanya pemberitaan di media massa, kami langsung mengecek ke lokasi proyek dan tidak ditemukan masalah apa pun. Tidak ada tanggul yang ambruk atau rusak,” ujarnya.

Dalam konferensi pers PPK Eyep Pamungkas didampingi Humas BWS Nusa Tenggara Abdul Hanan dan menghadirkan pihak pelaksana teknik Uzaemi dan Direktur PT SMG Satriaman.

Terkait pemberitaan yang bersumber dari Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB itu, Eyep membenarkan bahwa pihaknya beberapa waktu lalu kedatangan tamu dari kepolisian bersama dengan tenaga ahli dari Institut Tekhnologi Sepuluh November (ITS), Surabaya.

“Mereka turun untuk melihat proyek tanggul Kali Unus. Dua kali, pertama kepolisian saja. Kedua, bersama dengan orang dari ITS. Pihak ketiga juga ikut turun,” ucap Eyep.

Dijelaskannya, proyek yang dikerjakan tahun 2014 oleh PT SMG itu panjangnya mencapai 4,5 kilometer. Namun, Eyep mengatakan kalau pengerjaannya dilakukan secara sporadis.

“Sepanjang 4,5 kilometer itu total panjang keseluruhan proyek. Ada empat titik disepanjang Kali Unus. Sebelah kanan dan kiri juga ada. Pengerjaannya sporadis,” ucapnya.

Empat titik yang dimaksud, diantaranya dari Bendungan Dasan Cermen sampai wilayah Pesongoran. Ada juga dari Muara Unus sampai dekat Makam Loang Baloq. Anggaran yang dihabiskan untuk proyeknya sebesar Rp8.480.171.700.

Kembali H Eyep Pamungkas mengungkapkan bahwa pihak kepolisian bersama dengan tiga orang dari ITS tidak menemukan adanya keganjalan atau masalah dalam proyeknya. “Mereka bingung setelah turun bersama kami, karena semuanya memang sudah sesuai pengerjaannya,” ujarnya.

Bahkan, ia mengaku bahwa dirinya sudah pernah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Keterangan yang diberikan, hanya dalam bentuk klarifikasi laporan yang masuk ke “kantong” Ditreskrimsus Polda NTB.

“Kalau pun kami dipanggil, kami siap untuk membantu pihak kepolisian. Biar semuanya ini ‘clear’, tidak ada kecurigaan lagi,” ucapnya.

Sepengetahuan H Eyep Pamungkas, banyak juga pihak perusahaan atau pun instansi yang mengurus Kali Unus. Tidak hanya dari BWS Nusa Tenggara. “Selain kami, ada juga proyek lain yang mengerjakan Kali Unus,” kata H Eyep Pamungkas.

Bahkan, ia mengaku kalau kontraktor proyek juga memberikan garansi perawatan hingga enam bulan setelah pengerjaannya selesai. “Walaupun sudah lewat dari massa garansinya, sampai saat ini kalau ada yang ambruk, kita tetap turun,” kata Satriaman menambahkan.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Prasetidjo Utomo menanggapinya dengan biasa saja, saat dikonfirmasi terkait komentar pihak terlapor dalam pengusutan proyek tanggul ini.

“Iya kan itu boleh-boleh saja, hak mereka untuk memberikan pengakuan. Yang jelas ini baru tahap pengusutan. Belum bisa disimpulkan, jadi tunggu saja hasil laporannya bagaimana,” katanya. *


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Lima Bandara Ini Disiapkan Untuk Antisipasi Letusan Gunung Agung

  Pemalang – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah menyiapkan lima bandar udara untuk ...