Polda NTB Dapatkan Titik Terang Anggaran Proyek Kantor Bupati Lotim

Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Prasetidjo Utomo
Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Prasetidjo Utomo

kicknews.today Mataram – Tim Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB telah mengecek lokasi pembangunan Kantor Bupati Lombok Timur.  Hasilnya, mereka mendapat titik terang mengenai anggaran pengerjaan proyek puluhan miliar itu.

Berdasarkan temuan mereka sementara, dana yang dihabiskan untuk proyek tersebut berasal dari multiyears. Dana itu akan dihabiskan hingga Februari tahun 2016.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Prasetidjo Utomo mengaku, timnya sudah pulang dari Lombok Timur guna mengecek kontruksi bangunan. Namun, kehadiran anggota hanya sebatas melakukan observasi.

”Bangunannya sudah dicek. Ternyata anggara itu menggunakan dana multiyears. Jadi kami belum bisa masuk (cek fisik bangunan). Aturannya yang bilang seperti itu,” kata kepada wartawan usai HUT Brimob di Mataram, Sabtu (14/11)

Kendati belum bisa masuk ke lokasi bangunan, bukan berarti proses tindaklanjut terhadap laporan masyarakat ini berhenti. Menurut dia, siapapun bisa menyampaikan laporannya kepada aparat kepolisian. Laporan itu kemudian disikapi dengan mengecek lokasi proyek.

”Penanganan laporan ini bukan ditunda. Setiap laporan masyarakat harus kita tampung dulu. Tunggu dulu pengerjaan selesai, karena kami tidak bisa menghentikan proyek ini dengan alasan pengumpulan data atau keterangan,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan laporan ini tetap dilanjutkan. Namun, pihaknya akan menunggu proses pengerjaan proyek yang menggunakan dana APBD ini rampung.

”Kasus ini akan berlanjut terus. Tapi, masalahnya pengerjaan belum selesai. Kalau sedang berjalan, kami tidak bisa usut,” jelasnya.

Saat ditanya apakah timnya tidak bisa mengusut anggaran tahun 2012? Prasetidjo menegaskan, pembangunan kantor ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dikerjakan tahun 2012, kemudian dilanjutkan dengan tahun 2014, dan teakhir tahun 2015.

”Pengerjaan ini satu rangkaian, selesaikan dulu bangunannya,” kata dia.

Menurut dia, jika pengerjaan sudah tuntas, timnya bisa masuk untuk menyelidiki indikasi penyimpangan pada bangunan itu. Apakah spek bangunan atau item lainnya itu sudah sesuai atau tidak dengan standar.

”Kalau sedang berjalan penggerjaan, kita tidak bisa tahu apakah ada kekurangan atau tidak. Begitu tahap pemeliharaan selesai, disitu kita mulai masuk (selidiki),” ujarnya.*

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat