BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pengerjaan Tiang Pancang Kantor Bupati Lotim Diduga Bermasalah

Tiang Pancang Kantor Bupati Lotim (net)
Tiang Pancang utama kantor Bupati Lotim (net)

kicknews.today Mataram – Polda NTB saat ini sedang mengusut proyek pembangunan kantor Bupati Lombok Timur. Dari sekian banyak item yang akan diselidiki oleh Ditreskrimsus Polda NTB, salah satunya adalah pengerjaan tahap pertama yang menelan anggaran sekitar Rp 13 miliar untuk pembangunan tiang pancang.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol Prasetidjo Utomo usai upacara hari ulang tahun Korps Brimob di Skip, Ampenan, Sabtu (14/11) Kemarin.

”Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan tiang pancang. Itu juga yang akan diusut,” tegasnya.

Pengerjaan tiang pancang ini diduga bermasalah. Dari rencana awal, semua tiang dibenamkan sedalam 10 meter. Tapi, sejumlah tiang pancang hanya bisa masuk dengan kedalaman 2,5 hingga 5 meter saja. Sehingga, alokasi dana yang digelontorkan tidak seluruhnya terpakai.

”Nanti kita cek apakah ada kekurangan kedalaman itu. Tunggu saja,” katanya.

Pada 2013 dan 2014 tak terlihat kegiatan pembangunan fisik. Tapi, kabarnya ada anggaran yang dicomot dari kantong APBD senilai Rp 5 miliar . Dana itu untuk  pembangunan tahap II. Yakni untuk biaya pembuatan DED (detail engineering development) dan juga biaya pengawasan proyek.

Tahun ini proyek pembangunan kantor tersebut kembali dilanjutkan. Pengerjaan konstruksi itu dimenangkan PT HK dengan nilai kontrak Rp 98,487 miliar. Sesuai kontrak, kantor yang akan dibangun dengan bentuk huruf U  selesai Desember 2015.

”Sekali lagi saya luruskan, masa berakhirnya pengerjaan itu Pebruari bukan Desember ini,” bantahnya ketika ditanya media.*

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Perampok Semakin Berani, Wakapolda NTB: Kita kejar dan ‘sikat’ pelakunya

  kicknews.today – Menanggapi kejadian perampokan di Lingkungan Karang Bedil, Kota Mataram baru-baru ini, Wakapolda ...