NTB Bentuk Crisis Center Atasi Dampak Erupsi Gunung Barujari

Erupsi Anak Gunung Rinjani / Barujari pagi tadi (istimewa)
Erupsi Anak Gunung Rinjani / Barujari pagi tadi (istimewa)

 

kicknews.today Mataram – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Moh Faozal, mengatakan pihaknya telah membentuk ‘crisis center’ dalam mengatasi dampak penutupan Bandara Internasional Lombok (BIL) akibat erupsi Gunung Baru Jari, Anak Gunung Rinjani.

“Jadi kita bersama asosiasi dan pelaku wisata membentuk crisis center ini agar ada ruang diskusi dan mencari solusi menyusul erupsi Gunung Baru Jari yang berakibat pada penutupan Bandara Internasional Lombok ,” kata Faozal, di Mataram, Rabu.

Menurut dia, sejak Gunung Baru Jari erupsi dan memuntahkan abu vulkanik, praktis aktivitas di BIL sejak delapan hari terakhir, Rabu (4/11) hingga Rabu (11/11), harus ditutup. Bahkan, penutupan itu diperpanjang lagi sampai Kamis (12/11).

“Karena bandara ini ditutup banyak acara yang harus ditunda dan dibatalkan, karena selain mengandalkan kunjungan wisatawan, NTB juga menjadi tempat wisata MICE (meeting, incentive, convention and exhibition), sehingga dengan pembatalan itu cukup berpengaruh, terutama jasa perhotelan dan pelaku wisata,” katanya.

Faozal menjelaskan, akibat penutupan BIL penumpang menjadi tidak ada. Karena, sebelum bencana terjadi total penumpang yang datang dan pergi melalui BIL mencapai 3.000 orang-4.000 orang setiap hari.

“Jadi diasumsikan dari 4.000 penumpang itu kita kehilangan 2.000 wisatawan akibat Baru Jari. Tetapi ini semua kejadian alam yang juga tidak bisa kita bendung, namun adanya crisis center ini masalah yang ada bisa terpecahkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Museum NTB ini mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu turun hingga 40 persen. Bahkan, okupansi hotel turun 20 persen sampai 30 persen.

Meski jumlah kunjungan wisatawan menurun akibat bencana erupsi Gunung Baru Jari, ia optimistis target kunjungan dua juta wisatawan tahun 2015 ini tidak akan terganggu.

“Saat ini saja angka kunjungan wisatawan kita sudah mencapai 1,8 juta orang. Dengan waktu yang ada kita tetap optimistis angka itu bisa tercapai,” katanya.

Karena itu, ia berharap para pelaku wisata dan pemilik hotel di daerah itu tidak panik. Karena bagaimanapun pariwisata NTB tetap nyaman dan aman untuk dikunjungi meski ada erupsi Gunung Baru Jari.

“Meski BIL ditutup, masih ada angkutan lain dari laut untuk menuju NTB seperti melalui Bali,” kata dia. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat