BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

BPBD Siapkan Posko Antisipasi Lahar Dingin Gunung Barujari

Evakuasi pendaki Gunung Rinjani yang dilakukan polisi di posko Pegadungan (kicknews)
Evakuasi pendaki Gunung Rinjani yang dilakukan polisi di posko Pegadungan (kicknews)

kicknews.today Mataram – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat membangun sejumlah posko terpadu sebagai antisipasi aliran lahar dingin materal erupsi Barujari, anak Gunung Rinjani.

“Ada tiga posko yang sudah kita bangun di tiga wilayah,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB Arifudin di Mataram, Selasa.

Ia menyebutkan, tiga wilayah yang menjadi lokasi posko terpadu itu, berada di Desa Loloan dan Santong Kabupaten Lombok Utara, selanjutnya di Desa Tratak, Desa Tanak Beak, Desa Wajah Geseng Kabupaten Lombok Tengah. Kemudian, di Kabupaten Lombok Timur berada di Desa Timbanu, Kebun Raya Lemor, dan Lapangan Sembalun.

Menurut dia, dari tiga wilayah yang menjadi posko terpadu, ancaman terbesar aliran lahar dingin akibat erupsi Gunung Baru Jari berada di Kokok Putih.

Hal ini lantaran, aliran Kokok Putih langsung dari Danau Segara Anak dan berdekatan langsung dengan beberapa desa, diantaranya Desa Sajang dan Bile Tepung.

“Ini bila terjadi hujan dari utara, maka aliran lahar dingin akan melewati kedua desa itu, tetapi kalau melalui selatan akan mengarah ke Kokok Tanggek dan Blimbing,” ujarnya.

Ia menambahkan, khusus di Kabupaten Lombok Utara terdapat desa yang wilayahnya sangat berdekatan dengan aliran lahar panas maupun dingin erupsi Gunung Baru Jari, seperti di Desa Sambi Elen dengan jumlah penduduk 1.500 jiwa, selanjutnya di Torean 2.250 jiwa dan Bayan sebanyak 2.750 jiwa.

Disamping itu, Gubernur NTB sendiri kata Arifudin, telah menetapkan siaga darurat bencana Gunung Barujari. Bahkan, gubernur telah menyetujui bantuan anggaran sebesar Rp500 juta untuk tanggap bencana.

Sementara itu, Karo Humas dan Protokol Setda NTB Yuron Hadi mengatakan jika saat ini kondisi di wilayah Gunung Baru Jari masih tetap sama waspada level II. Kalaupun terjadi erupsi ketinggian semburan awan bisa mencapai 1.500 meter hingga 2.000 meter.

“Sampai saat ini belum ada yang berubah, statusnya masih tetap waspada dn klaupun terjadi tremor masih dalam skala kecil dan itu terjadi secra terus menerus,” tandasnya.

I menyatakan, Pemerintah Provinsi NTB terus memantau aktivitas Gunung Baru Jari setiap tiga jam. Hal ini dilkukan untuk bisa meminimalisir dmpak dari erupsi Gunung Baru Jari.

“Saat ini pemerintah provinsi sudah siap, meski erupsi Gunung Baru Jari intensitasnya telah mengecil. Tetapi kita tetap meminta masyarakat untuk tidak panik,” tandas Yusron. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Hebat… Seorang Ibu Rumah Tangga Jadi Juara Lari Rinjani 100

  Sembalun – Seorang ibu rumah tangga asal Indonesia, Sri Wahyuni berhasil menjadi juara perempuan ...