Jadilah yang Pertama Tau

Tunggakan Pembayaran Raskin NTB Capai 3 Milyar

ilustrasi - Tumpukan beras bulog (net)
ilustrasi – Tumpukan beras bulog (net)

kicknews.today Mataram – Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Barat mencatat total tunggakan pembayaran beras untuk warga miskin hingga pertengahan November 2015, sebesar Rp3 miliar.

“Dari total tunggakan pembayaran beras untuk warga miskin (raskin) tersebut, paling tinggi di Kabupaten Lombok Timur, yakni Rp2,3 miliar,” kata Kepala Bidang Pelayanan Publik, Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Barat (NTB) Sony Supriadi, di Mataram, Selasa.

Sony merinci tunggakan yang belum dibayarkan di Kabupaten Lombok Timur, mulai dari Agustus sebesar Rp48 juta, September Rp552 juta dan Oktober Rp1,7 miliar.

Selain Kabupaten Lombok Timur, kata dia, kabupaten lain yang masih menunggak pembayaran raskin adalah Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp988 juta.

“Kami berharap sebelum akhir Desember 2015, dua kabupaten itu bisa menyelesaikan pembayaran tunggakan,” ujarnya.

Menurut Sony pembayaran raskin sistem tunai seharusnya sudah diterapkan secara penuh, sehingga tidak terjadi tunggakan yang mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

“Seharusnya begitu raskin datang ke kantor desa atau lingkungan langsung dibayarkan oleh rumah tangga sasaran penerima manfaat,” katanya.

Hubungan Masyarakat (Humas) Bulog Divre NTB Marlinda, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat, untuk membantu penyelesaian pembayaran tunggakan raskin.

“Memang nilai tunggakan besar, tapi biasanya akan dibayarkan paling lama satu minggu ke depan,” ujarnya.

Berdasarkan data Perum Bulog Divre NTB, jumlah penerima raskin di NTB, sebanyak 417.566 kepala keluarga, tersebar di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

Perum Bulog NTB menyalurkan raskin sebanyak tujuh ribu ton setiap bulannya, termasuk raskin ke-13 yang disalurkan pada Oktober dan raskin ke-14 pada November 2015. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat