Jadilah yang Pertama Tau

Panwaslu Mataram : Indikasi Politik Uang Mulai Tercium

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Mataram Srino Mahyaruddin menyatakan indikasi politik uang dalam pemilihan kepala daerah di kota ini mulai tercium.

“Dari laporan yang kami terima, sudah ada informasi akan adanya politik uang yang akan dilakukan dua pasangan calon pada saat masa tenang,” katanya di Mataram, Selasa.

Srino yang ditemui usai menghadiri rapat koordinasi pemantapan persiapan pilkada mengatakan, politik uang saat ini memang belum ada, tetapi dari informasi dan isu yang beredar indikasi mengarah ke sana (politik uang-red) sudah ada.

“Indikasi politik uang melalui ‘serangan fajar’ juga ada, atau kegiatan bagi-bagi sembilan bahan pokok (sembako),” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal itu pada masa tenang yang merupakan titik krusial yakni pada 6-8 Desember 2015, pihaknya mengimbau dua kandidat dan tim sukses tidak melakukan hal-hal di luar koridor yang ada.

Kandidat juga harus lebih santun dalam melaksanakan kegiatan politik untuk tidak melakukan politik uang.

“Begitu juga dengan masyarakat harus cerdas memilih, sebab yang menerima dan memberi bisa dijerat sanksi pidana,” ujarnya.

Sementara, untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat pada masa tenang, Panwaslu Kota Mataram segera merekrut tim pengawas pemilu yang jumlahnya sesuai dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Mataram yakni 667 orang.

“Selain mereka bertugas mengawasi proses pemungutan dan penghitung suara, pengawas pemilu ini juga kami minta untuk memberikan informasi berbagai kegiatan pasangan calon yang mengarah pada politik uang atau sejenisnya,” kata Srino.

Menyinggung tentang pelanggaran pilkada, ia menyebutkan sejauh ini pelanggaran pilkada dalam tahap kampanye masih sebatas pelanggaran alat peraga kampanye (APK), yang jumlahnya mencapai 387 kasus.

“Rekomendasi pelanggaran APK sudah kami sampaikan, agar tim terpadu dapat segera melakukan penertiban, sebab sudah banyak desakan dari masyarakat,” katanya. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat