BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Batik Sasambo SMK Mataram Dipasarkan Keluar Daerah

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Mataram, Nusa Tenggara Barat, terus berupaya meningkatkan produksi batik Sasambo untuk memenuhi permintaan konsumen lokal dan luar daerah yang semakin berkembang.

Wakil Kepala Sekolah Bagian Hubungan Masyarakat Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Mataram, Ahyar Suharno, di Mataram, Selasa, mengatakan pihaknya sudah mampu merambah pasar luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, meskipun belum dalam jumlah besar.

“Itu menandakan batik Sasambo tidak hanya dihargai masyarakat NTB, tapi sudah mendapat pengakuan konsumen dari beberapa daerah di Indonesia,” katanya.

Batik Sasambo dicetuskan pada masa periode pertama (2009-2013) pemerintahan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) HM Zainul Majdi bersama Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir. Nama Sasambo diambil dari tiga nama suku di NTB, yakni Suku Sasak (Etnis Lombok), Samawa (Etnis Sumbawa) dan Mbojo (Etnis Bima).

Ahyar mengaku, sebagian besar konsumen yang memesan batik Sasambo yang diproduksi oleh anak didiknya adalah pegawai di lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta beberapa kementerian lainnya yang sebelumnya pernah datang ke Lombok untuk mengikuti pertemuan.

“Rata-rata yang memesan batik Sasambo dari luar daerah itu pejabat yang sebelumnya bertugas di Lombok dan pindah ke Jakarta atau ke daerah lainnya. Mereka kemudian memesan untuk pakaian seragam di instansi yang dipimpinnnya,” ucap Ahyar.

Menurut dia, pesanan pembelian dari luar daerah setiap bulannya tetap ada, namun jumlahnya tidak tentu. Mulai dari puluhan potong kain hingga ratusan potong kain yang utamanya batik Sasambo tulis dengan motif lumbung dan kangkung.

Selain pesanan dari luar daerah yang sebagian besar dari instansi pemerintah seperti kementerian, produksi batik Sasambo juga sangat bergantung pada pelaksanaan pertemuan, insentif, konvensi dan pameran yang diadakan kementerian dan instansi swasta di Kota Mataram dan kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

“Kalau ada pertemuan nasional yang digelar di Mataram dan Senggigi, akan berdampak terhadap pemesanan batik Sasambo, baik itu digunakan seragam panitia dan juga sebagai oleh-oleh,” ujarnya.

Ahyar menyebut, rata-rata setiap bulan anak didiknya mampu memproduksi 50 potong sampai 300 potong kain batik Sasambo, bahkan lebih jika ada even nasional yang digelar di Lombok.

Sementara produksi rata-rata setiap harinya mulai dari 20 potong sampai 30 potong, baik itu batik Sasambo lukis, dicap dan batik campuran lukis dan cap, dengan melibatkan 30 orang siswa.

Harga satu lembar kain batik Sasambo lukis Rp275 ribu – Rp350 ribu per potong, sedangkan batik cap mulai dari harga Rp225 ribu – Rp250 per potong dan batik campuran Rp250 ribu – Rp275 ribu per potong.

Menurut Ahyar, keberadaan produksi batik Sasambo sangat membantu keuangan sekolah terutama untuk menutupi biaya operasional, termasuk untuk membayar honor guru non pegawai negeri sipil (PNS) yang ada di sekolahnya.

“Keuntungan penjualan batik Sasambo dikembalikan untuk membantu kegiatan sekolah dan juga membayar honor guru non-PNS,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Lombok Ibarat Emas Pariwisata, Sedikit Dipoles, Bali Lewat…

  kicknews.today Mataram, – Dekan Fakultas Musik dan Seni Persembahan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) ...