BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pengusaha Bantah Biayai Ultah Jero Wacik

jero wacik (net)
jero wacik (net)

kicknews.today Jakarta – Komisaris utama PT Trinergi Mandiri Internasional Herman Afif Kusumo membantah membayari Rp349 juta untuk perayaan ulang tahun mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik di Hotel Dharmawangsa.

“Pertama saya pernah bertemu Pak Arief Indarto bertemu di lorong departemen ESDM, katanya, ‘Pak Herman, saya minta tolong, dia cerita ada kesulitan soal acara ultah pak Menteri untuk membayar catering. Saya katakan ‘Wah ada apa ini, mestinya jangan ke saya dong’, jadi langsung saya tolak, dia katanya ada kesulitan untuk membayar catering. Lalu kedua dia (Arief Indarto) ke kantor, Arief menyerahkan bukti kesulitan tagihan dan mengatakan ‘Pak Herman bisa bantu tidak? Lalu saya katakan ‘Pestanya sudah lewat dan yang menarik Pak Jero tidak pernah bicara sesuatu ke saya, dan saya katakan saya tidak sanggup,” kata Herman dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Dalam dakwaan Jero Wacik disebutkan Herman Afif Kusumo yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Energi dan Pertambangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) membayari sebagian biaya ulang tahun Jero pada 24 April 2012 di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru Jakarta sejumlah Rp349 juta.

Arief Indarto selaku Kepala Biro Umum saat Jero menjabat mendapat tagihan dari HOtel Dharmawangsa sebesar Rp379,06 juta, setelah dikurangi Rp30 juta yang menjadi deposit maka ada kekurangan bayar Rp349 juta. Atas tagihan itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM saat itu Waryono Karno memerintahkan Arief untuk menemui Herman yang mempunyai hubungan dengan Kementerian ESDM. Sehingga Herman memerintahkan stafnya yang bernama Ali Rahman melakukan pembayaran dengan menyetorkan dana Rp349 juta.

“Waktu itu memang Pak Arief datang ke kantor dan saya terima berdua dengan Ali Rahman karena dia itu memang staf saya, sering menjadi ‘speech writer’ untuk saya. Saya ibaratnya dua sejoli (dengan Ali Rahman),” ungkap Herman.

Namun Herman mengaku tidak mengonfirmasi permintaan tersebut ke Jero Wacik maupun Waryono Karno.

“Karena saya menolak ya sudah tidak usah diperpanjang, saya menolak tidak sanggup, tidak punya budgetnya. Menurut beliau (Arief Indarto) ditugaskan Pak Waryono, tapi Pak Waryono tidak pernah telepon saya, dan saya juga tidak konfirmasi ke terdakwa,” jelas Herman.

Bahkan Herman mengaku bahwa akhirnya pihak yang membayari biaya pesta ulang tahun senilai Rp349 juta itu adalah Direktur Corporate Affair PT Adaro Indonesia Tbk, Andre J Mamuaya yang telah meninggal dunia dalam kecelakaan di kawasan Sudirman pada Agustus 2012.

“Saat disidik di KPK, saya tanya ke Ali ingat permintaan bantuan acara ultah pak JW? Seingat saya, kita disumbang Andre Mamuaya, dia (Ali) ingat itu, terserah kalau dia berubah,” jelas Herman.

“Tapi apa hubungan Andre Mamuaya, Ali Rahman dan saudara?” tanya jaksa KPK.

“Andre Mamuaya menjadi Wakil Ketua Komite Tetap KADIN bidang Batubara, Ali Rahman menjadi Kepala Staf Sekretariat KADIN dan saya jadi Wakil Ketua Energi dan Mineral KADIN, jadi kolegial semua,” ungkap Herman.

“Jadi dalam kapasias apa Andre Mamuaya memberikan uang?” tanya jaksa.

“Mungkin melihat figur Pak Jero,” jawab Herman.

Padahal Ali Rahman yang juga menjadi saksi dalam sidang tersebut mengatkaan ia disuruh Herman Afif Kusumo untuk mentransfer uang Rp300 juta untuk Kementerian ESDM.

“Saya disuruh Herman Afif Kusumo, atasan saya di PT Trinergi Mandiri Internasional yang juga pemilik perusahaan, Pak Herman bilang ini pembayaran Dharmawangsa untuk ESDM, lalu saya transfer di BNI Patrajasa yang berada sebelah kantor. Tadinya saya diminta untuk membayarkan tunai, cuma saya telepon Dharmawangsa tidak bisa tunai harus transfer, lalu saya konfirmsi ke Pak Herman ya sudah transfer ke bank BNI,” ungkap Ali.

Atas pernyataan Ali tersebut, Jero mengaku tidak pernah minta bantuan.

“Jero wacik tidak pernah minta bantuan apapun, termasuk bantuan ke Ali Rahman, atau menyuruh Arif Indarto, saya tidak mengerti sama sekali karena semua acara saya di Dharmawangsa gratis,” kata Jero.

Dalam dakwaan disebutkan Jero Wacik menggunakan Dana Operasional Menteri (DOM) untuk keperluan pribadi seluruhnya berjumlah Rp1.911.943.075.

Contoh-contoh penggunaan uang itu selain ulang tahun Triesna ada juga perayaan ulang tahun jero pada 24 April 2012 di Hotel Dharmawangsa senilai Rp379 juta.

Jero juga mengadakan acara-acara lain yang pembayaran biayanya ditanggungkan kepada Agung Pribadi yaitu (1) Makan malam di Hotel Dharmawangsa pada 12 Oktober 2012 dengan biaya Rp174.306.550, (2) Pesta ulang tahun Triesna Wacik di Hotel Dharmawangsa pada 10 April 2013 yang dibayarkan pada 28 Mei 2013 sejumlah Rp186.491.250 Ketiga, Pesta ulang tahun terdakwa di Hotel Dharmawangsa pada 24 April 2013 sejumlah Rp337.765.450 dan keempat, acara peluncuran buku yang berjudul “Jero Wacik di Mata 100 Tokoh” di Hotel Dharmawangsa pada 7 Juli 2013 yang dibayarkan pada 2 Agustus 2013 sejumlah Rp564.353.242. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Cuaca Terasa Semakin Panas Sekarang, Ternyata Ini Penyebabnya

  Mataram – Cuaca di Nusa Tenggara Barat dan beberapa wilayah Indonesia lainnya selama beberapa ...