Jadilah yang Pertama Tau

Gubernur Ajak Warga NTB Berdoa Agar Rinjani Tenang

gubernur NTB (net)
gubernur NTB (net)

kicknews.today Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi mengajak masyarakat memperbanyak doa agar erupsi Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani segera tenang dan penutupan di Bandara Internasional Lombok segera berakhir.

“Terus berdoa dan berharap agar Bandara Internasional Lombok (BIL) dapat secepatnya beroperasi normal kembali,” kata Zainul Majdi seusai menerima jajaran manajemen PT AP I BIL di Mataram, Senin ( 9/11).

Menurut gubernur, meletusnya Gunung Barujari yang berdampak pada penutupan aktivitas bandara sulit diprediksi karena kejadian itu merupakan peristiwa alam.

“Ini adalah kejadian alam yang sulit diprediksi, namun demikian kita terus berupaya mengambil langkah-langkah antisipasi sembari terus melakukan pemantauan perkembangan situasi,” ujarnya.

Selain itu, gubernur mengatakan pemerintah provinsi akan mendukung sepenuhnya PT AP I BIL. Termasuk, dalam upaya Angkasa Pura melibatkan TNI dalam batas-batas yang memungkinkan untuk mengatasi keamanan bandara.

“Seperti yang saya lihat dengan adanya keterlibatan TNI kondisi bandara lebih kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT I BIL Pujiono mengatakan penutupan aktivitas penerbangan itu karena abu vulkanik dari Gunung Barujari masih menyelimuti areal bandara.

“Masih ditutup sampai Selasa (10/11), setelah ditutup empat hari karena alasan keamanan akibat abu vulkanik Gunung Barujari,” jelasnya.

Kata dia, dengan penutupan bandara, aktivitas penerbangan dari seluruh maskapai harus dibatalkan.

“Keinginan kami sebetulnya membuka karena fakta di lapangan tidak ada abu. Tetapi dengan pertimbangan dan masukan yang ada dan pantauan citra satelit kondisinya masih sangat rawan bagi aktivitas penerbangan pesawat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pujiono mengatakan pihak angkasa pura telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mengatasi pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Barujari.

“Alhamdulillah tidak ada yang komplain penumpang karena tidak jadi berangkat,” tambahnya.

Selain itu berdasarkan hasil kajian dan pemantauan yang ada, penutupan bandara juga dipengaruhi arah angin yang masih belum mendukung akibat abu vulkanik Gunung Barujari masih menyelimuti selatan Pulau Lombok.

“Jadi arah angin atau musim ini juga menentukan,” ujarnya.

Pujiono mengatakan sejak BIL tutup hingga memasuki hari keempat ini, sudah puluhan ribu penumpang dari dan menuju Lombok yang tidak bisa terangkut. Pasalnya, dalam satu hari saja pihaknya menghitung ada 4.000 penumpang yang tidak jadi berangkat maupun datang.

“Kalau kerugian pasti terjadi. Tetapi terlepas dari itu yang kami utamakan adalah keselamatan penerbangan dan kenyamanan penumpang,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat