BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Penyidik Kasus DBHCT Incar Alat Bukti Baru

ilustrasi
ilustrasi

 

kicknews.today Mataram – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat, yang menangani kasus dugaan penyimpangan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT), sedang mengincar alat bukti baru.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat Kejati NTB I Made Sutapa kepada wartawan di Mataram, Sabtu, setelah mendapat informasi perkembangan dari tim penyidiknya.

“Penyidikannya jalan terus. Sembari menunggu hasil audit BPKP, tim penyidik kini disibukkan dengan kegiatan lain, tentunya mengumpulkan bukti-bukti,” kata Sutapa.

Saat disinggung terkait hal yang baru bagi penyidikan kasusnya, Sutapa enggan berkomentar. Melainkan, ia kembali menegaskan bahwa penyidikan hingga kini masih berlangsung, termasuk menunggu hasil audit investigasi BPKP.

“Bukti apa itu, kita tidak bisa sampaikan, karena itu adalah wewenang penyidik,” ujarnya.

Sementara itu dari informasi perkembangannya, audit investigasi BPKP Perwakilan NTB hingga kini masih berkoordinasi dengan tim penyidik, karena membutuhkan sejumlah materi untuk melengkapi data perhitungannya.

“Ada dokumen-dokumen yang diminta sebagai bahan kelengkapan audit, untuk itu tim penyidik terus berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan BPKP,” ucapnya.

Diketahui, hingga kini penyidikan kasus DBHCHT belum juga memunculkan tersangka, sempat tersiar kabar di tengah masyarakat bahwa ada salah seorang pejabat yang bakal menjadi calon tersangka.

Namun, kembali lagi kabar itu disangkal langsung Sutapa, ia pun menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi tentang calon tersangka. Melainkan penyidik saat ini masih fokus terhadap pengumpulan alat bukti.

“Kalau sudah ada hasilnya, baru bisa ditentukan langkah selanjutnya,” kata Sutapa.

Dalam kasus ini, tim penyidik sebelumnya telah membidik sejumlah aliran dana DBHCHT yang diduga tersalurkan untuk dana rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), senilai Rp20 miliar.

Selain itu, sasaran penyidik juga ikut mengarah pada bantuan keuangan olahan padi, jagung, rumput laut (program pijar), senilai Rp3,3 miliar. Ada juga yang menjadi sorotan di program integrasi ternak dan tanaman, senilai Rp5 miliar dan pembangunan gedung serbaguna sebesar Rp2 miliar. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Lombok Utara Jalin Kerjasama Dengan Kota Haikou, Tiongkok

  Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menjalin kerja sama ekonomi ...