BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Tips Hadapi Terpaan Hujan Abu Vulkanik

Polisi bagikan masker kepada pengendara untuk hindari bahaya abu vulkanik (kicknews)
Polisi bagikan masker kepada pengendara untuk hindari bahaya abu vulkanik (kicknews)

kicknews.today Mataram – Rinjani semakin batuk dan terpaan hujan abu vulkanik sudah hampir merata di Pulau Lombok, Bali sampai ke daerah Jawa Timur.

Orang yang terkena debu vulkanik dari letusan gunung berapi umumnya mengalami keluhan pada mata, hidung, kulit serta tanda-tanda sakit pada tenggorokannya. Dampak kesehatan akibat bahaya hujan abu vulkanik ini dapat disebabkan paparan periode pendek maupun periode panjang.

Untuk orang yang terkena bronkhitis, emfisema serta asma, baiknya secepatnya mengambil aksi pencegahan ekstra untuk menghindari keadaan yang lebih parah dan bisa mengakibatkan additional cardio-pulmonary stress (stres jantung-paru paru berlebihan).

Hujan abu vulkanik biasanya terdiri dari partikel yang bentuknya tidak teratur, tajam dan bergerigi. Dengan kombinasi dan bentuk yang tidak teratur itu membuat abu vulkanik bersifat sangat menghancurkan.

Abu yang dikeluarkan beragam bergantung dari intensitas, ukuran partikel, kemampuan letusan serta kecepatan angin yang memabwa partikel-partikel tersebut. Hujan abu ini dapat dibarengi dengan guntur, kilat yang keras dan bau belerang yang kuat.

Dilansir dari Idaho Department of Environmental Quality, ada beberapa cara yang disarankan agar terhindar dari bahaya langsung abu vulkanik , yaitu:

  • Upayakan untuk tinggal di dalam rumah atau tempat pengungsian sebanyak mungkin, hal ini untuk meminimalkan paparan debu. Selain itu hindari aktivitas yang berat.
  • Jika memiliki penyakit asma atau gangguan pernapasan lain, pastikan memiliki pasokan obat yang cukup dan pelajari manajemen bernapas. Jika timbul masalah pernapasan lain segera hubungi dokter.
  • Upayakan untuk menghindari pintu atau jendela ketika akumulasi abu datang.
  • Jika ingin keluar, gunakanlah masker wajah untuk mengurangi inhalasi partikel abu. Menggunakan masker memang bisa membuat napas menjadi lebih sulit, tapi ini penting untuk menghindari inhalasi abu.
  • Jika tidak ada masker, gunakan sapu tangan, kain atau pakaian lain yang dapat menyaring partikel abu. Untuk meningkatkan efektivitasnya bisa membasahi kain dengan menggunakan air.
  • Gunakan kacamata dan melepaskan lensa kontak yang untuk melindungi mata dari iritasi.
  • Usahakan untuk selalu menggunakan baju lengan panjang dan juga celana panjang jika ingin bepergian atau membersihkan abu.
  • Hati-hati saat mengonsumsi air minum, usahakan air yang dikonsumsi tidak terpapar atau tercemar abu vulkanik.
  • Usahakan untuk menyiapkan pertolongan pertama seperti obat, minum, makanan dan pakaian ganti.
  • Jika terkena luka bakar, cedera dan menghirup gas atau abu, segera minta bantuan medis untuk mendapatkan perawatan.
  • Luka bakar yang timbul akibat abu vulkanik umumnya lebih dalam dan bisa mencapai otot, untuk itu diperlukan pertolongan segera agar luka bakar tidak semakin meluas yang dapat mengakibatkan kematian.

Tetap jaga diri dan keluarga agar senantiasa sehat tanpa ada masalah yang timbul akibat hujan abu vulkanik yang terjadi hari ini.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Masih Banyak Pencinta Rinjani yang Sudah tak Mampu Mendaki

  Mataram – Pendapat positif mengenai pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani masih bermunculan. Termasuk ...