BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Kabareskrim Dan KPK Koordinasikan Kasus Pelindo II

ilustrasi (net)
ilustrasi (net)

kicknews.today Jakarta – Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Pol Anang Iskandar mengordinasikan kasus dugaan tindak pidana korupsi Pelindo dengan KPK.

“Dalam rangka sinergitas penyidikan yang dilakukan Bareskrim dengan KPK khusus dalam penanganan kasus Pelindo II karena Bareskrim sudah menyidik sedangkan KPK sudah melakukan penyelidikan maka kita koordinasi agar mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Anang Iskandar seusai bertemu pimpinan KPK dan Direktur Penyelidikan KPK di gedung KPK Jakarta, Kamis.

KPK sebelumnya sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait penanganan perkara PT Pelindo II oleh Bareskrim Polri. Johan mengatakan SPDP itu merupakan pemberitahuan resmi baik oleh Polri maupun Kejaksaan kepada KPK akan dimulainya penyidikan sebuah perkara sejak 2 September lalu.

“Kita saling memberi informasi bagaiman kasus yang ditangi Bareskrim dan bagaimana kasus yang ditangani KPK. Kasusnya (di KPK dan Bareskrim) berbeda tapi ada persamaannya, untuk kita perlu koordinasikan,” tambah Anang.

Terkait dengan tersangka, Anang juga belum menyampaikan pihak yang dapat dimintai pertangungjawaban pidananya.

“Tersangkanya bisa sama tapi tindak pidananya berbeda. Pasalnya beda, bisa sama bisa beda. Bisa diusut bersama tapi tergantung permasalahannya,” ungkap Anang.

Sedangkan pelaksana tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Johan Budi mengatakan pertemuan tersebut merupakan bentuk koordinasi dan supervisi.

“Fungsinya supervisi dan kordinasi. Kebetulan ada kasus Pelindo II yang sudah ditangani Bareskrim dan kemudian KPK juga sudah melakukan penyelidikan. Tim di KPK tadi bertemu dengan tim dari Bareskrim,” kata Johan.

Pada pertemuan itu, KPK menyepakati adanya pertukaran informasi sesama lembaga penegak hukum.

“Misalnya pihak Bareskrim membutuhkan informasi yang ada di KPK, begitu pula sebaliknya. Pertemuan ini tentu bukan yang pertama dan terakhir, semoga bisa menajdi titik temu. Nantinya kalau ada kasus-kasuh lain yang mirip-mirip bisa dikoordinasikan lebih lanjut antara KPK dan Bareskrim. Ini salah satu bentuk sinergitas antara KPK dan Mabes Polri,” ungkap Johan.

Johan menegaskan bahwa kasus yang ditangnai Bareskrim berbeda dengan kasus Pelindo II yang diselidiki KPK.

“Kita belum menentukan apakah naik ke penyidikan atau tidak. Oleh karena itu kami belum bisa bicara soal calon tersangka. Kalau di KPK masih di penyelidikan, kalau di Bareskrim sudah penyidikan. Kami pernah sampaikan juga KPK sudah menerima SPDP dari Bareskrim Polri. Nanti juga ada gelar perkara dengan Kejaksaan,” ungkap Johan.

Penyidik Bareskrim pada 28 Agustus 2015 sudah menggeledah kantor Pelindo II di Tanjung Priok.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP-A/1000VIII/2015/BARESKRIM/Tanggal 27 Agustus 2015, semestinya “mobile crane” yang dipesan 2012 dengan anggaran senilai Rp45 miliar itu seharusnya dikirimkan ke sejumlah pelabuhan seperti Bengkulu, Jambi, Teluk Bayur, Palembang, Banten, Panjang dan Pontianak.

Namun sampai saat ini, “mobile crane” tersebut belum dikirim, dan setelah diselidiki ternyata pelabuhan tersebut tidak membutuhkan barang itu sehingga menimbulkan dugaan korupsi senilai Rp63,5 miliar.

Sedangkan laporan di KPK berasal dari serikat pekerja yang melaporkan sejumlah penyimpangan yang dilakukan oleh manajemen PT Pelindo II kepada KPK pada November 2013 yang terdiri atas dugaan (1) investasi tanpa kajian dan perencanaan yang matang mengenai pengadaan dua unit Quay Container Crane (QCC) untuk Pelabuhan Tanjung Priok yang dialihkan ke Pelabuhan Palembang dan Pontianak.

Kemudian (2) penggunaan tenaga ahli dan konsultan dengan penunjukan langsung, (3) megaproyek Kalibaru yang dinilai pembiyaannya menggunakan pinjaman bank atau pihak ketiga dengan nilai yang besar, (4) pemilihan perusahaan bongkar muat di Tanjung Priok yang dianggap tidak transparan dan (5) perpanjangan kontrak perjanjian Jakarta International Container Terminal (JICT) yang diduga tanpa ada persetujuan pemegang saham. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Salah Satu Artis Terlibat Prostitusi Finalis Putri Indonesia

kicknews.today Jakarta – Dua orang artis diamankan Bareskrim Polri dalam kasus prostitusi online,  dua artis ...