BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Kali ini Stasiun Radio Palestina Dirazia dan Disegel Israel

pekan-depan-israel-palestina-lanjutkan-pembicaraan-damai-sG2

kicknews.today Yerusalem – Angkatan Darat Israel, Selasa, merazia dan menutup stasiun radio Palestina, menyita peralatan yang menyebabkan kerusakan berat setelah mereka menuduh radio tersebut menyiarkan perayaan serangan terhadap Israel.

Belasan tentara menerobos masuk stasiun radio Al-Hurria di Hebron di wilayah pendudukan Tepi Barat pada Selasa (3/11) dini hari, kata Direktur Stasiun Radio Al-Hurria Ayman Al Qawasmi dalam video yang diposting secara “online”.

Pihak tentara mengatakan bahwa radio tersebut ditutup atas liputan “memuji-muji serangan terhadap Israel”.

Direktur Al-Hurria mengatakan para tentara mendekati stasiun tersebut pada pukul 02.00 waktu setempat.

“Kami berpikir hal itu berkaitan dengan kampanye penangkapan, akan tetapi mendadak melihat mereka menjadikan tempat radio ini sebagai target,” ujarnya.

“Sayangnya mereka merusak semua yang ada di dalam gedung, ada yang tersisa… Mereka menyita alat penyiaran, mikrofon.” Seorang fotografer AFP di dalam stasiun itu mengatakan kerusakan disebabkan oleh razia besar, peralatan dan hiasan dinding serta perangkat furnitur terbalik.

Ikatan Jurnalis Palestina mengatakan stasiun telah diberitahukan mengenai penutupan hingga April dan menganggap keputusan tersebut sebagai sebuah “kejahatan yang mengerikan dan keji yang mencerminkan (Israel) sebagai barbar, pelaku kriminal, meneror secara mental terhadap media Palestina.” Angkatan Darat Israel mengatakan media hasutan sebagai faktor kunci dalam “gangguan, harapan, dan perayaan gelombang baru terorisme”.

Stasiun, kata militer, “dorongan serangan penikaman, korban kerusuhan, berita palsu, dan klaim jahat pasukan keamanan mengeksekusi dan menculik warga Palestina dalam upaya memprovokasi kekerasan.” Dalam dua pekan terakhir, sekitar 20 pemuda Palestina tertembak oleh pasukan Israeli di sekitar Hebron. Pasukan Israel menuduh mereka mencoba menikam serdadu atau warga Israel.

Warga Palestina — termasuk media seperti Al-Hurria — juga memiliki beberapa kasus yang bertentangan dengan versi pejabat, mengklaim beberapa yang tewas, baik bersenjata maupun tidak, menjadi bagian dari pihak yang menerima ancaman secara langsung.

Al-Hurria didirikan di Jalur Gaza pada 2002 oleh Fatah, partai politik pimpinan Presiden Palestina Mahmud Abbas, kata tentara Israel.

Setelah Jalur Gaza diambil alih oleh gerakan Islam Hamas, stasiun tersebut dipindahkan ke Hebron di Tepi Barat, katanya pula.

Pasukan Israel menutup radio tersebut dua kali, pada 2002 dan 2008.

Sembilan warga Israel, 68 warga Palestina — setengah dari mereka diduga sebagai penyerang — dan Arab Israel terbunuh dalam gelombang kekerasan yang dimulai sejak Oktober lalu.

Sebelumnya tentara Israel pada Selasa (27/10) malam menembak dan menewaskan satu orang Palestina di Kota Al-Khalil (Hebron), atas dugaan mereka “menyerang tentara”, kata juru bicara militer Israel.

Peristiwa itu terjadi saat kerusuhan Israel-Palestina selama satu bulan tak memperlihatkan tanda mereda.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Gubernur : Warga NTB Akan Selalu Bersama Dan Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina

kicknews.today Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi memastikan bahwa masyarakat di ...