Jadilah yang Pertama Tau

Baru Jari Makin Batuk, Polda NTB Geser Pasukan Ke Rinjani

Persiapan pergeseran pasukan ke areal Gunung Rinjani (kicknews)
Persiapan pergeseran pasukan ke areal Gunung Rinjani (kicknews)

kicknews.today Mataram – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Rabu (4/11), menggeser pasukannya dan menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) IX, yang dikhususkan untuk penanggulangan bencana daerah di dekat area pegunungan Rinjani.

“Rabu sore ini, Satgas IX kami kirim ke sekitar wilayah yang terkena dampak erupsi meletusnya Gunung Barujari,” kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti kepada wartawan di Mataram, Rabu.

Satgas IX penanggulangan bencana daerah yang dikirim terdiri dari 31 personel Satuan Brimobda NTB, 35 personel Ditsabahara, dan empat tenaga kesehatan dari Biddokkes Polda NTB.

“Untuk komunikasi, kita juga mengirim satu tim. Tugas mereka memberikan informasi perkembangan di wilayah yang terkena dampak erupsi. Termasuk mempersiapkan pembukaan jalur evakuasi, jika sewaktu-waktu terjadi gelombang pengungsian,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Tri Budi, untuk mengantisipasi gelombang pengungsian, Polda NTB juga turut menurunkan sejumlah kendaraan operasionalnya, seperti truk angkutan maupun “double cabin”.

“Kami juga membantu menyiapkan masker pengaman untuk masyarakat setempat,” ucapnya.

Diketahui, sudah tercatat sebanyak tujuh desa di tiga kecamatan, Kabupaten Lombok Utara, dilanda hujan abu vulkanik. Hal itu disebabkan karena setelah si anak Gunung Rinjani itu mengalami erupsi sebanyak tujuh kali letusan.

Momentum itu terjadi pada Selasa (3/11) pagi, sekitar 05.30 WITA, dengan ketinggian asap mencapai 1.300 meter dari bibir panas Gunung Barujari.

Dari hasil pemantauan tim Vulkanologi dan BPBD NTB, erupsi Gunung Barujari dominan bergerak ke arah barat dan utara Pulau Lombok. Sehingga, tujuh desa di wilayah Lombok Utara terkena dampaknya.

Mengetahui informasi tersebut, Polda NTB memerintahkan Satgas IX bersama Kapolres Lombok Barat beserta Polres Persiapan Lombok Utara untuk bersiaga di sebuah titik terpadu yang berlokasi di Desa Sambi Elen, Kecamatan Bayan.

“Titik ini menjadi posko gabungan penanggulangan bencana. Polda NTB juga bersama-sama dengan BPBD, TNI, maupun vulkanologi ditempatkan di posko ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tri Budi menuturkan bahwa perkembangan terkini yang diperoleh dari informasi anggota yang melakukan pemantauan di lapangan, Gunung Rinjani masih dalam status waspada.

“Belum ada peningkatan aktivitas disana, tapi tim tetap diperintahkan untuk ‘standby’ dan antisipasi segala bentuk kegiatan apa pun yang terjadi disana,” ucap tri Budi. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat