Jadilah yang Pertama Tau

BPBD : Status Gunung Baru Jari Masih Waspada

para pendaki dan peserta ritual terhenyak ketika Gunung Baru Jari mulai "rasakan gundah" (foto : imran putra sasak)
para pendaki dan peserta ritual terhenyak ketika Gunung Baru Jari mulai “rasakan gundah” (kicknews foto : imran putra sasak)

kicknews.today Mataram – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat, H Azhar, mengatakan Gunung Baru Jari, anak Gunung Rinjani, masih berstatus waspada setelah meletus pada Minggu (25/10).

“Sampai saat ini statusnya masih waspada, belum naik status ke siaga apalagi sampai ke awas, karena yang menentukan itu Badan Vulkanokogi,” katanya, di Mataram, Selasa.

Menurutnya, meski belum ada peningkatan status, pihaknya telah menyiapkan beberapa skenario untuk evakuasi warga, khususnya yang permukimannya berdekatan dengan Gunung Baru Jari.

“Skenario ini kami siapkan sebagai antisipasi jika status Gunung Baru Jari menunjukkan peningkatan aktivitas. Ada tiga titik lokasi evakuasi yang disiapkan, yakni di Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Barat,” ujarnya pula.

Meski demikian, Azhar mengatakan skenario evakuasi warga tersebut tergantung arah angin, agar terhindar dari awan panas jika sewaktu-waktu gunung setinggi 2.376 meter menunjukkan level ke awas.

“Berdasarkan data yang kami himpun ada 40 ribu warga yang bermukim di sekitar gunung. Mereka ini tersebar di tiga kabupaten yang wilayahnya masuk dalam kawasan Gunung Rinjani,” kata dia lagi.

Selain itu, saat ini di sekitar lokasi, upaya pemantauan terus dilakukan.

Penempatan personel gabungan dari TNI/Polri, BPBD, BTNGR, dan SAR juga terus disiagakan untuk mencegah masyarakat mendekati kawasan Gunung Rinjani maupun Gunung Baru Jari.

Lebih lanjut, Azhar mengungkapkan, meski Gunung Baru Jari belum menunjukkan adanya peningkatan dari waspada ke siaga atau ke awas, namun abu vulkanik dari letusannya sempat mengganggu aktivitas penerbangan.

“Ini laporan yang kami terima dari salah satu pilot pesawat, Senin (2/11) kemarin bahwa abu vulkanik dari awan panas mencapai 10 ribu feet, sehingga sempat mengganggu jarak pandang pesawat,” ujarnya pula.

Namun, informasi yang ia terima gangguan tersebut tidak berlangsung lama. Tetapi ada kemungkinan kejadian seperti itu bisa terulang.

“Kejadian ini dialami pesawat yang akan mendarat di Bandara Internasional Lombok. Waktu itu masih pagi hari, tetapi kejadiannya sebentar dan agak siang sudah normal lagi,” katanya lagi. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat