BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Anak Korban Mutilasi Di Lombok Tengah Trauma Berat

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Perwakilan Nusa Tenggara Barat menyatakan Aminah (10) yang orang tuanya menjadi korban mutilasi kini dalam kondisi trauma berat.

“Hingga saat ini kondisinya masih trauma berat, bahkan belum berani bertemu dengan siapa pun, termasuk keluarganya,” kata Kepala Divisi Hukum dan Advokasi LPA NTB Joko Jumadil di Mataram, Senin.

Sebelumnya LPA NTB bersama LPA Lombok Tengah datang menyambangi Aminah di sekolahnya. Aminah tidak ingin berbicara dengan siapa pun, kecuali dengan guru kelasnya.

“Dia dekat dengan gurunya, tapi masih belum bisa diajak bicara, karena dari kondisinya yang kita lihat, dia masih trauma dengan kejadian itu,” kata Joko.

Aminah adalah saksi pertama yang melihat jenazah ibu kandungnya, HA (45), tergeletak di dalam kamar, saat dia hendak berangkat ke sekolah pada 29 Oktober lalu, sekitar pukul 06.00 WITA.

Polisi menyimpulkan korban dibunuh oleh suaminya sendiri, MH (55). MH lari bersembunyi setelah membunuh istrinya.

Pada Kamis (29/10) siang, polisi menemukan tempat persembunyian MH di wilayah Lombok Utara, yakni di rumah kakak kandungnya. Saat hendak diamankan, MH melakukan perlawanan dengan menggunakan sebilah golok.

Saat terjadi pergulatan, sebuah tembakan menyasar di perut bagian kiri MH. Mengetahui hal itu, pihak kepolisian kemudian melarikannya ke rumah sakit terdekat, namun nyawa MH tidak tertolong.

Atas kejadian ini, Aminah bersama adik bungsunya yang masih berusia 3,5 tahun setengah itu, menjadi yatim piatu.

LPA NTB sampai saat ini terus memantau perkembangan Aminah dan adiknya, termasuk masa depannya.

“Kami siap turun tangan, jika dari pihak keluarga tidak siap untuk merawatnya, kami bersama lembaga pemerhati anak lainnya akan mencari jalan keluar untuk masa depannya nanti,” ucap Joko.

Saat ini, Aminah tinggal bersama kepada dusun setempat. Sedangkan adiknya tinggal dengan pihak keluarganya.

Rencananya, pada pekan ini pihak LPA bersama lembaga pemerhati anak lainnya, seperti PPA Polres Lombok Tengah dan Polda NTB akan turun bersama dengan ahli psikologi anak.

“Rencananya pekan ini kami akan kunjungi Aminah, bersama dengan psikolog anak,” kata Joko yang masih tercatat sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Mataram itu.

Untuk sementara ini, perkembangan psikologis Aminah dan adiknya menjadi perhatian khusus dari LPA Perwakilan Lombok Tengah. “Sementara ini kita pantau dari teman-teman LPA di Lombok Tengah, sampai menunggu kondisinya benar-benar pulih dari traumanya,” ujar Joko. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan NTB

  Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya ...