in , ,

Sabda Alam Dalam Letusan Rinjani

Letusan Pertama Gunung Baru Jari (23/10) (Foto : Imran Putra Sasak)

senibudaya.kicknews.today – Mulang Pekelem adalah bentuk lain pengorbanan umat Hindu kepada Tuhan. Pengorbanan ini dilakukan dengan menenggelamkan benda-benda berharga, seperti emas, perak, tembaga, dan uang logam ke dalam Danau Segara Anak.

Bagi umat Hindu, gunung ini mempunyai nilai spiritual yang tinggi, magis, dan keramat. Seperti halnya Gunung Himalaya di India atau Gunung Semeru di Pulau Jawa, Rinjani menjadi sebuah tempat yang mempunyai getar kesucian yang tinggi. Tempat para Dewa kerap berkumpul untuk memberikan anugerah kehidupan.

prosesi (Foto : imran putra sasak)
prosesi (kicknews Foto : imran putra sasak)

Dan Imran, seorang fotografer asal Ampenan Kota Mataram tak ingin ketinggalan momen penting tersebut, iapun sejak jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk bisa mengabadikannya dalam foto. Bersama beberapa orang fotografer dan pendaki lain, Imran menjadi rombongan terakhir hari itu (jumat 23/10) yang menaiki Gunung.

Saat pertama kali sampai di pegadungan, salah satu titik tempat kumpul para pendaki (posko), imran dan rombongannya disuguhi pemandangan kebakaran hutan disisi jalur selatan pendakian, padang savana dan hutan yang ada disekitar Gunung Baru Jari yang berada didekat Danau Segara Anak. Dan, moment itupun tak luput dari bidikan kameranya.

“Api sudah terlihat sekitar jam 05 sore dari sisi selatan Rinjani hari sabtu (24/10).  Dan semakin besar saat jam 02.00.” kata imran.

Kebakaran hutan dan padang savana di jalur Selatan Rinjani 23/10. (Foto : imran putra sasak)
Kebakaran hutan dan padang savana di jalur Selatan Rinjani 23/10. (kicknews Foto : imran putra sasak)

Angin kencang yang berhembus dikawasan Gunung Baru Jari membuat api semakin cepat bergerak, di kawasan ini, tumbuh-tumbuhan dan binatang hidup dengan harmonis. Itu semua dipercaya berkat pancaran energi dari Sang Gunung.

Air dari Danau Segara Anak mengairi sebagian besar sawah di Pulau Lombok dan menjadi sumber kehidupan bagi orang Sasak. Tak heran, Gunung Rinjani kerap disebut sebagai gunung kehidupan.  Namun, keharmonisan itu seakan lenyap ketika hembusan angin membawa aroma kebakaran menyelimuti para peziarah, pendaki dan wisatawan yang berada di Gunung Rinjani sore itu.

Imran yang sudah beberapakali mendaki Rinjani, merasakan ada perubahan pada ‘wajah’ anak gunung rinjani (Gunung Baru Jari).

“Biasanya, dikawahnya (Gunung Baru Jari) hanya ada satu hembusan asap yang keluar, tapi hari itu ada banyak sekali asap-asap yang keluar dari beberapa titik disekitar kawahnya.” jelas imran.

“Dan yang membuat saya curiga lagi, ada banyak jejak belerang disekitar bibir kawahnya.” lanjut imran.

Kecurigaan imran ternyata benar, hari minggu (25/10) sekitar pukul 10.45 pagi, Gunung Baru Jari meletus.

 Letusan Pertama Gunung Baru Jari (23/10) (kicknews Foto : Imran Putra Sasak)

Letusan Pertama Gunung Baru Jari (23/10) (Foto : Imran Putra Sasak)

“Kondisi kepulan asap saat awal letusan tidak terlalu besar, namun pihak Basarnas yang ikut dalam rombongan  sudah memperingatkan dan ingin melakukan upaya evakuasi terhadap para pendaki karena dikhawatirkan letusan makin membesar, tapi ditolak oleh rombongan yang akan melaksanakan ritual dengan alasan, ritual wajib harus diselesaikan.”

Pihak Basarnas akhirnya memberikan kesempatan panitia acara “Mulang Pekelem” untuk melanjutkan acara ritual, tetapi dengan mengkondisikan kegiatannya karena situasi di sekitar Gunung Rinjani tidak memungkinkan bagi keselamatan.

“Acara keagamaan itu sebenarnya akan berlangsung hingga hari selasa, puncak acaranya.  Namun karena kondisi Gunung yang tidak bersahabat, pihak panitia akhirnya setuju untuk mempercepat prosesi.”

Imranpun terpaksa harus menunda keinginannya untuk bisa mengabadikan ritual acara Mulang Pekelem dari awal sampai akhir.  Namun beberapa momen, baik momen ritual acara maupun momen letusan gunung masih sempat diabadikannya.

“Tak seberapa, setidaknya cukup sebagai sebuah dokumentasi yang bisa menjadi pengingat dan pembelajaran bagi kita.  Bahwa keharmonisan, keseimbangan hubungan antara manusia dan alam harus tetap dijaga.” katanya.

ritualnya
“Jika kita mempunyai keinginan yang baik dan kuat dari dalam hati, maka alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya.” (kicknews Foto : imran putra sasak)

Gunung Barujari atau yang disebut Gunung Baru berada di sisi timur kaldera Gunung Rinjani, dengan kawah berukuran 170m x 200 meter, ketinggian 2.296 – 2376 meter dari permukaan laut (mdpl) ini berada di areal Danau Segara Anak Gunung Rinjani, terakhir meletus pada 2 Mei 2009, dengan jumlah korban jiwa 31 orang karena banjir bandang akibat letusan. Sebelumnya juga pernah meletus pada 2004, namun tidak ada korban jiwa.

Dengan ritual itu, diharapkan bisa menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam agar Yang Maha Kuasa menganugerahkan kedamaian dan ketenangan pada Sang Gunung juga memberikan hujan serta kesuburan di Tanah Lombok.

Dalam dinginnya kabut Rinjani, diakhir ritual, beberapa pemuda masuk ke Segara Anak. Seolah ingin menunjukkan kesetiaan dan pengorbanan terbaik mereka kepada Dewata Penguasa Segara Anak. Satu demi satu benda-benda berharga yang dipersiapkan itu tenggelam dalam rahim danau.  Dan berharap keharmonisan akan kembali terjalin.

nyebur
Dalam dinginnya kabut Rinjani, diakhir ritual, beberapa pemuda masuk ke Segara Anak. Seolah ingin menunjukkan kesetiaan dan pengorbanan terbaik mereka kepada Dewata Penguasa Segara Anak. (kicknews Foto : imran putra sasak)

“Jika kita mempunyai keinginan yang baik dan kuat dari dalam hati, maka alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya.”.

suasana evakuasi u kondisi evakuasi pada saat setelah selesai acara mulang pekelem dr danau menuju Goa Susu & Goa Manik (kicknews Foto : imran putra sasak)
suasana evakuasi pada saat setelah selesai acara mulang pekelem dari danau menuju Goa Susu dan Goa Manik (kicknews Foto : imran putra sasak)