BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Sama Sisi : Art is a joy forever

Sang Komandan 'Sama Sisi' Fuad saat diwawancara kicknews (kicknews)
Sang Komandan ‘Sama Sisi’ Fuad saat diwawancara kicknews disalah satu sudut halaman Sama Sisi (kicknews)

sosok.kicknews.today Mataram – “Photography”, dalam bahasa Yunani, terdiri dari dua susunan kata, yaitu “photos” berarti cahaya dan “grafo” berarti melukis atau menulis. Sehingga secara menyeluruh, “photography” memiliki arti proses melukis atau menulis dengan menggunakan media cahaya. Dalam istilah umumnya, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya.

Media paling populer yang digunakan untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto atau gambar yang bisa dihasilkan oleh sebuah kamera.

salah satu sudut ruang Sama Sisi (kicknews Foto: Fuad)
salah satu sudut ruang Sama Sisi (kicknews Foto: Fuad)

Dalam era modernisasi saat ini, kamera bukan lagi menjadi hal yang sifatnya “musiman”, namun sudah seperti kebutuhan pokok setiap orang. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa kamera sudah menjadi sarana untuk menunjukan kreativitas seseorang dalam dunia fotografi.

Seiring dengan kondisi saat ini, banyak lensa fotografer Indonesia yang menyatu dalam sebuah wadah atau komunitas. Perkembangannya pun tak hanya hidup di kota-kota besar, bahkan kini telah merambah ke sejumlah daerah.

kantor Sama Sisi (kicknews)
kantor Sama Sisi (kicknews)

Salah satunya, muncul ide dari seorang fotografer lulusan Ilmu Komunikasi Yogyakarta Fuad Prasetyo, yang dengan berani mendirikan Sama Sisi “Creative Work” bersama dengan teman sejawatnya, di sebuah bangunan tua yang terletak di pusat Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Sama Sisi berlokasi di Jalan Pejanggik, tepatnya seratus meter ke arah barat dari kantor Wali Kota Mataram. Walaupun terletak di pusat perkantoran, namun tidak sedikit anak muda berjiwa kreatif, betah berlama-lama duduk ditempat ini.

(kicknews Foto: Fuad)
“Kami disini tidak pernah membatasi atau seperti membuat tembok pembatas bagi siapa pun, apalagi jika dia tertarik dalam berkreasi,” (kicknews Foto: Fuad)

Selain keramahan para penghuninya. Ditempat ini, Fuad tidak pernah membatasi teman-teman untuk berkreasi. Hal itu terbukti dengan hasil karya teman-teman Sama Sisi, dari foto hasil jepretannya, lukisan dengan media kayu, corat-coret disetiap dinding. Bahkan, sejumlah barang-barang klasik pun ikut unjuk gigi.  Nuansa ini menjadi daya tarik tersendiri di mata pengunjung. Tidak sedikit yang datang hanya untuk sekedar numpang foto atau pun bersantai bersama, ditemani secangkir kopi, menikmati hangatnya suasana kekeluargaan di Sama Sisi.

“Semua yang pernah datang kesini, sudah kami anggap seperti keluarga. termasuk saudara, sudah menjadi keluarga besar Sama Sisi,” kata pria yang mengaku nge-fans berat dengan salah seorang fotografer ternama dari Antara Foto Oscar Motullah.

Pria yang murah senyum dan selalu rendah hati ini, mengatakan, Sama Sisi terbuka untuk semua kalangan. Tidak pernah membatasi siapa pun yang datang. Bahkan, ia mengaku senang jika ada teman yang mengajaknya ngobrol, terutama seputar dunia seni fotografi.

“Kami disini tidak pernah membatasi atau seperti membuat tembok pembatas bagi siapa pun, apalagi jika dia tertarik dalam berkreasi,” ucapnya.

 

BIBIT BERKUALITAS

“November tahun ini, umur Sama Sisi genap setahun”, begitu disampaikan Fuad, yang mengharapkan kedepannya Sama Sisi bisa jauh lebih dikenal dan dapat diterima di semua kalangan.

Hal itu dikatakannya, melihat ragam ide dan kreasi anak muda di Mataram khususnya, sudah mulai terlihat dan patut menyaingi kualitas di kota-kota besar. Untuk itu, ia mengharapkan, dengan banyaknya kesempatan berkumpul di Sama Sisi, dapat melahirkan inspirasi baru dengan ide dan kreasi yang tidak kalah saing dalam perkembangan dunia kreatif saat ini.

“Saya yakin, berangkat dari wadah seperti ini, bisa melahirkan generasi muda yang berjiwa kreatif,” kata Fuad.

Hal itu disampaikannya, setelah sebelumnya Sama Sisi pernah membuat sebuah “workshop” fotografi dan videografi jurnalis. “Tujuan awalnya, kami ingin melihat animo generasi muda di Mataram, sekedar membuka ruang untuk ‘sharing’ tentang dunia fotografi dan videografi,” ucapnya.

(kicknews Foto : Fuad)
“Saya yakin, berangkat dari wadah seperti ini, bisa melahirkan generasi muda yang berjiwa kreatif,” (kicknews Foto : Fuad)

Dalam kegiatan itu, Sama Sisi mengundang sejumlah siswa sekolah menengah atas, yang tertarik di dunia fotografi dan videografi. “Antusias mereka sungguh luar biasa. Bahkan, yang tidak disangka, dalam ‘workshop’ itu turut hadir orang-orang top dari dunia perfilman, mereka dengan suka rela berbagi ilmunya,” ujar Fuad.

Orang-orang top dari dunia perfilman itu, lanjutnya, ada yang berasal dari IKJ dan ISI. Mereka adalah seniman yang sudah berpengalaman dalam dunia perfilman. Terbukti dari hasil karya yang ditunjukan dalm ajang “workshop” itu.

“Luar biasa, para peserta jadi semakin terpacu untuk lebih berkarya,” katanya.

Melihat animo anak muda yang terpacu untuk berkreasi, Fuad bersama Sama Sisi “Creative Work”, selalu mencoba gebrakan baru untuk menumbuhkan semangat para generasi muda di Mataram khususnya.

Seutuhnya, Fuad mendirikan Sama Sisi, tidak terlepas dari pengalaman yang dia dapatkan selama hidup di Yogyakarta yang dikenal dengan kota seniman itu.  Tidak sedikit yang pernah dia jajaki tentang dunia fotografi di Yogyakarta. Sejak tahun 2000-an di Yogyakarta, berbaur dengan rekan sejawatnya, Fuad pernah membuat gebrakan dengan memebentuk komunitas “Yogyakarta Undercover”.

“Yogyakarta Undercover” dibentuk setelah julukan kota pelajar itu tercoreng dengan munculnya pernyataan dari sebuah lembaga peneliti bahwa 97 persen mahasiswi dikabarkan sudah tidak perawan lagi.

“Jadi tujuan awal komunitas itu dibentuk, untuk membuktikan pernyataannya,” ujar Fuad.

Selain itu, Fuad bersama rekan sejawatnya di Yogyakarta pernah membuat pelatihan tentang “kamera lubang jarum” dengan para pelajar. “Antusias mereka cukup tinggi untuk mempelajari metode fotografi satu ini, bahkan sekarang di Yogyakarta berkembang menjadi sebuah komunitas,” ujarnya. (dms)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Salut… Para Remaja ini Sukarela Bersihkan Pantai Nipah

  Lombok Utara – Anak-anak muda yang tergabung dalam Generasi Pesona Indonesja (Genpi) Lombok-Sumbawa, mengadakan ...