BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Dosen IAIN Mataram Ditemukan Meninggal Tak Wajar

Korban ditemukan dalam kondisi terlungkup di kamarnya (kicknews)
Korban ditemukan dalam kondisi terlungkup di kamarnya (kicknews)

kicknews.today Mataram – Salah seorang Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN), bernama Nazarudin (38), yang tinggal di Lingkungan Kebon Jeruk Baru, Kelurahan Pejeruk, Kota Mataram, ditemukan meninggal di atas kasurnya dalam keadaan tidak wajar.

“Kami temukan jenazahnya dengan kondisi badan sudah bengkak dan berwarna biru,” kata Kapolsek Ampenan AKP Kiki Firmansyah kepada wartawan di Mataram, Kamis (29/10).

Kiki mengatakan bahwa jenazahnya dilihat berada di atas tempat tidurnya dengan tidak menggunakan baju dan bercelana pendek setinggi lututnya. Bahkan, yang menggegerkan warga setempat, jenazahnya ditemukan dalam keadaan tengkurap dan sudah berbau.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Kiki menuturkan bahwa jenazah pria asal Janapria, Kabupaten Lombok tengah itu diduga sudah terkapar di atas kasur sejak dua hari sebelumnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa temuan jenazah ini setelah mendapat laporan dari warga setempat. Setelah sebelumnya kepala lingkungan yang melaporkannya itu, mendapat informasi dari seorang wanita yang biasa bekerja di rumah korban, bernama Siti.

“Laporan ini berawal dari Ibu Siti, yang melihat keanehan korban disangka sedang tertidur dengan posisi tengkurap di kasur selama dua hari lamanya,” ucap Kiki.

Menindaklanjuti laporan itu, Kiki beserta anggotanya turun ke TKP dengan membawa kendaraan roda empat (ambulance), untuk mengevakuasi jenazah. Usai olah TKP, pihaknya langsung memasang “police line” dan membawa jenazahnya ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.

Sehubungan dengan hasil identifikasi pihak rumah sakit, Kiki menuturkan bahwa dari jenazahnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan secara fisik. “Hasil visum luar mengatakan tidak ada tanda kekerasan,” ucapnya.

Sementara itu, dari pihak keluarga korban, lanjut Kiki, menolak untuk dilakukan otopsi. “Jadinya kami hanya melakukan visum luar saja, kemudian membuatkan surat penyerahan jenazah ke keluarganya,” ujar Kiki.

Kemudian, dari keterangan salah seorang cucu korban, bernama Hakim, menuturkan bahwa sebelumnya dia mendapat telepon dari kakeknya yang mengeluh sakit kepala. Namun, saat ditawarkan untuk diajak ke dokter, sang kakek menolaknya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Tukang Parkir Terciduk Curi Motor di Ampenan

  kicknews.today – Dengan berbekal kunci palsu, JM alias Tono (20), Minggu (24/9) berhasil membawa ...