BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

PWI : Pers Berpihak Pada Kebenaran Dalam Pilkada

ilustrasi (net)
ilustrasi (net)

kicknews.today Surabaya – Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Jatim menjelaskan bahwa pers wajib berpihak pada kalangan atau kelompok, yang dinilai memiliki nilai kebenaran dan keadilan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berlangsung di 19 Kabupaten/Kota di Jatim.

“Media boleh memihak, tetapi sadari konsekuensi pemihakan itu akan dianggap prokelompok tertentu. Kalau harus berpihak, sebaiknya berpihak pada kebenaran dan keadilan, bukan memihak orang,” kata Ketua PWI Jatim, Akhmad Munir ketika mengisi acara Diskusi Publik Pilkada Serentak di Unitomo Surabaya, Rabu.

Ia mengatakan, media menjadi strategis karena menyajikan informasi dan dapat diakses oleh masyarakat, sehingga media bisa mempengaruhi masyarakat melalui nilai dalam berita, apalagi dalam momen pilkada serentak seperti ini, peran pers sangat penting untuk memberikan informasi kepada msyarakat.

“Dalam pilkada secara serentak akan terjadi sejumlah persoalan dan kekurangan dalam penyelenggaraannya, sehingga sulit dibantah jika konflik mudah terjadi karena mengingat Pilkada menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Pers akan menjadi salah satu sarana kampanye,” ujarnya.

Selain menjadi sarana kampanye, lanjutnya pers juga sebagai ajang pertarungan pendapat bagi para calon kepala daerah, untuk memengaruhi dan merebut simpati pemilih, sehingga pers harus menjaga independensi dan sikap kritis, tidak terjebak menjadi alat kampanye pihak-pihak yang berkompetensi, apalagi menjadi sarana kampanye negatif.

“Sebagai pilar keempat demokrasi, pers patut memilah informasi dan materi kampanye dengan orientasi membangun proses Pilkada yang mana dan tertib, dengan mengedepankan prinsip jurnalisme damai, sedangkan Wartawan dituntut untuk selalu bersikap adil, seimbang, dan independen,” tuturnya.

Menurut dia, wartawan juga harus bersikap independen menghasilkan berita akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk, menempuh cara-cara profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik, maupun tidak membuat berita bohong, fitnah, sensasional, dan sadis.

“Pers memiliki tantangan yang besar dari masyarakat, yaitu ketik pemilik media atau petinggi media terjun ke dunia politik, namun fakta saat ini masyarakat sudah cerdas dalam memandang media karena masyarakat menuntut wartawan bekerja secara profesional,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, wartawan dituntut mematuhi kode etik jurnalistik seperti dipersyaratkan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, sedangkan dalam melaksanakan kegiatannya, para jurnalis dituntut untuk mematuhi kode etik jurnalistik yang telah ditetapkan oleh dewan pers.

“Saya meminta agar masyarakat aktif memantau kinerja mesia dalam peliputan Pilkada. Jika masyarakat melihat adanya bias pers, pemberitaan media yang memihak secara terang-terangan, atau penyalahgunaan profesi wartawan, maka masyarakat jangan ragu untuk mengingatkan media bersangkutan, atau mengadu ke Dewan Pers,” tandasnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

H Ahyar Abduh Nyoblos Di TPS 8

  kicknews.today Mataram – Calon Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menggunakan hak pilihnya di ...