BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Polda NTB Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Dukcapil

Kantor Dukcapil Kota Mataram (net)
Kantor Dukcapil Kota Mataram (net)

kicknews.today Mataram – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, terus mendalami penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram yang baru saja beroperasi.

Kapolda NTB melalui Kabid Humas AKBP Tri Budi Pangastuti kepada wartawan di Mataram, Rabu, mengatakan hal tersebut sesuai informasi yang diperoleh dari tim penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

“Tim penyidik terus mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan,” kata Tri Budi.

Penanganan kasus yang baru masuk tahap penyelidikan ini, ditegaskan Tri Budi bahwa pihaknya tidak ingin terlalu mengumbarnya ke hadapan publik. Hal itu sesuai dengan amanat langsung dari Kapolri, untuk tidak terlalu memunculkan kasus korupsi pada ajang pesta demokrasi saat ini.

Namun dikstakannya bahwa perintah Kapolri bukan untuk menghentikan penanganan perkara tindak pidana korupsi, melainkan anggota diminta jangan terlalu jauh dalam mempublikasikannya. Bahkan, perintah itu pun hanya diperuntukkan bagi personal yang memiliki keterkaitan dengan proses Pilkada tahun ini, seperti kandidat calon maupun tim suksesnya.

Terkait penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan kantor Dukcapil Kota Mataram ini, polisi wanita berjilbab ini meyakini bahwa tim penyidik akan terus menyelidikinya.

Hal itu pun ditegaskannya setelah mendapat informasi bahwa tim penyidik kini sedang melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait dalam proyek pembangunan yang nilainya mencapai Rp3,5 miliar itu.

“Kami masih kumpulkan data dan keterangan sebagai bahan penyelidikannya,” ujarnya.

Pihak terkait yang dimintai keterangannya masih belum dapat dibeberkannya, mengingat penanganan kasunya masih dalam tahap penyelidikan. “Ini sifatnya masih klarifikasi, untuk mengetahui apakah ada unsur pidana korupsinya atau tidak,” ucap Tri Budi.

Ia menerangkan bahwa penanganan kasusnya berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyampaikan adanya indikasi penyimpangan dalam pembangunannya. Berdasarkan hal tersebut, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dengan melakukan pengumpulan alat bukti di lapangan.

“Kami berharap kasus ini tidak diseret-seret ke ranah lainnya (politik). Apalagi, Mataram sedang menggelar pilkada,” katanya mengingatkan.

Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Handayani meminta kepada aparat penegak hukum (APH), khususnya Polda NTB untuk menahan diri. Terutama dalam menangani kasus dugaan korupsi, khususnya di Kota Mataram.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kondusifitas daerah menjelang pelaksanaan Pilkada Kota Mataram pada 9 Desember mendatang.

Apalagi berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, belum ada ditemukan kerugian negara dalam proyek pembangunannya. Lebih lanjut, Selly juga meminta APH agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepala daerah sebelum turun memeriksa.

Informasi lainnya, Selly pun berencana akan koordinasikan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), terkait persoalan ini. Mengingat instruksi langsung Presiden Jokowi, bahwa pemerintah daerah diharapkan untuk tetap menjaga kondusivitas wilayahnya.

Aparat, disarankan untuk menunggu sampai tahun anggaran 2015 berakhir, artinya perlu audit internal dari pihak pemerintah, dalam hal ini oleh inspektorat. Karena dikhawatirkan, jika APH dari luar masuk persoalam ini, bisa menimbulkan gejolak yang lain.

Lebih lanjut, Penjabat Wali Kota Mataram itu mengetahui adanya laporan dari masyarakat terkait persoalan dalam pembangunan gedung dukcapil yang baru itu. Namun, ia menyayangkan jika kasusnya ditangani dalam ajang demokrasi kepala daerah saat ini.

Diketahui, pengerjaan proyek pembangunan itu berlokasi di Jalan Lingkar Selatan dan masuk dalam belanja APBD tahun 2014. Namun, pada proses pengerjaanya terkesan lamban sampai awal tahun 2015. Ada empat gedung instansi Kota Mataram yang dibangun di atas lahan baru, yakni kantor Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), gedung Meteorologi dan Dinas Dukcapil Kota Mataram. Saat ini kompleks perkantoran itu sudah beroperasi. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Pecatan Polisi asal Dasan Agung Curi Motor di Kantor Distan NTB

  Mataram – Menganggur setelah dipecat dari korps Polri, otak BE (35) jadi pendek. Dia ...