Jadilah yang Pertama Tau

12 SKPD Pemprov NTB Mendapat Rapor Merah

ilustrasi (net)
ilustrasi (net)

kicknews.today Mataram – Sedikitnya 12 satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapatkan rapor merah menyusul masih rendahnya realisasi anggaran dan fisik hingga akhir Oktober 2015.

Ke-12 SKPD rapor merah terungkap saat Gubernur NTB menggelar Rapim yang diikuti 49 Kepala SKPD di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Senin.

“12 SKPD ini belum belum penuhi target realisasi anggaran fisik sesuai harapan hingga 23 Oktober,” kata Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin.

Wagub menyebutkan 12 SKPD tersebut, diantaranya Biro Kesra Setda NTB, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Holtikultura NTB, Disperindag, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar NTB).

“Mereka yang mendaptkan penilaian merah ini, karena serapan anggaran yang kurang dari 10 persen, dan kurang 25 persen. Kalaupun begitu masih dimaklumi karena masih tahap proses,” jelasnya.

Menurut dia, secara umum dari anggaran APBD sudah mencapai 60 persen, yang jadi persoalan serapan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atau APBN.

Meski demikian, Amin mengaku, jika dibandingkan dengan tahun 2014, justru ada peningkatan serapan anggaran. Akibatnya, gubernur terus menekan supaya para SKPD mampu menyelesaikan serapan sesuai target hingga Desember.

“Ada beberapa penyebab sehingga rendahnya realiasi serapana anggaran itu, yakni adanya prinsip ke hati-hatian dalam pengelolaan uang, dan kekurangan PPK yang bersertifikat,” katanya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pembangunan dan Perekinomian Setda NTB, HL Gita Aryadi mengatakan, kalau melihat dari belanja daerah tahun 2015 ini mencapai Rp3,6 Triliun, progres sampai tanggal 23 Oktober realisasi sebesar Rp2,2 Triliun. Dengan realisasi fisik sebanyak 66,6 persen.

Sedangkan sebesar Rp2,8 Triliun serapan anggaran mencapai Rp1,75 triliun dengan fisik 60,41 persen. Dia menambahkan, khusus anggaran dari APBN sebesar Rp 1,984 Triliun dengan serapan Rp 880,9 Trilium sedangkan untuk fisik sendiri sebanyak 48,36 persen.

“Kalau dibandingkan serapan fisik dengan tahun lalu periode sama malah lebih bagus tahun sebelumnya,” tandasanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat