BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pejabat Mataram Absen Asesmen Akan Dipanggil Selly

Hj. Putu Selly Andayani
Penjabat Walikota Mataram Hj. Putu Selly Andayani (net)

kicknews.today Mataram – Seorang pejabat Pemeritah Kota Mataram yang absen tanpa keterangan dalam kegiatan tes asesmen yang dilaksanakan Senin akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Saya sudah meminta Sektretaris Daerah (Sekda) untuk memanggil seorang pejabat yang tidak ikut tes asesmen hari ini,” kata Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/10).

Diketahui, sebanyak 31 dari 33 pejabat eselon II Pemerintah Kota Mataram mengikuti tes asesmen di aula lantai tiga kantor wali kota setempat.

Dua penjabat yang tidak hadir itu adalah Kepala Dinas Pertamanan HM Kemal Islam namun telah memberikan keterangan bahwa yang bersangkutan sedang dirawat inap di RSUD Mataram.

Berbeda dengan satu pejabat yakni Sekretaris Dewan (Sekwan) Lalu Aryadarma absen tanpa ada keterangan.

“Semestinya kalau berhalangan pejabat tersebut harus memberikan keterangan,” ujarnya.

Jika tanpa keterangan, kata Selly, sudah termasuk indispliner karena dianggap tidak mengindahkan instruksi pimpinan dan tidak loyal kepada pimpinan.

Namun demikian, penjabat wali kota enggan menyebutkan sanksi terhadap pejabat yang tidak mengikuti tes asesmen tersebut.

Ditanya apakah pejabat yang sudah dicap indispliner tersebut terancam akan dimutasi atau bahkan “non job”, Selly mengatakan, ” Kalian artikan saja sendiri”.

Sementara Kepala Unit Pelayanan Penilaian Kompetensi BKD Provinsi NTB Syamsul Buhari di sela melakukan pengawasan pelaksanaan asesmen mengatakan, penjabat yang tidak hadir bisa saja mengikuti tes dilain waktu.

Mereka juga bisa tes saat ada kegiatan tes asesmen di kabupaten/kota lain, sebab setelah tiga hari tes asesmen di Pemerintah Kota Mataram, tim asesmen Provinsi NTB akan melakukan tes di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), selanjutnya di Kementerian Agama, kemudian di Kota Bima dan Balai Karantina.

“Jadi, kalau ada pejabat yang belum mengikuti asesmen, bisa ikut di kabupaten/kota atau lembaga lainnya yang sedang melaksanakan asesmen,” katanya.

Menurutnya, pejabat yang telah mengikuti tes asesmen ini paling cepat harus melakukan tes lagi dalam waktu 18 bulan dan paling lama dua tahun.

“Tujuannya untuk dapat mengetahui perkembangan kompetensi setiap pejabat secara berkala,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Kerja Malas, Gaji Puluhan Tukang Sapu di Mataram Ditunda

  Mataram – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menetapkan sanksi penundaan pembayaran ...