BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pilkada Kota Mataram Dinilai Rentan Golput

ilustrasi - golput (net)
ilustrasi – golput (net)

kicknews.today Mataram – Kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Mataram dinilai rentan golongan putih (golput), sehingga berbagai upaya antisipasi terus dilakukan oleh pemerintah setempat.

“Indikasi golput dalam pilkada 9 Desember 2015 di Kota Mataram cukup banyak, sehingga kita terus berpartisipasi menyosialisasikan pilkada kepada pemilih terutama pemilih pemula agar menggunakan hak pilih mereka,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Kota Mataram H Khalid di Mataram, Jumat.

H Khalid yang ditemui usai membuka kegiatan diskusi publik dengan pemilih pemula bekerja sama dengan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi menilai kegiatan diskusi itu sangat tepat dilaksanakan di Kota Mataram.

Diketahui pilkada di Kota Mataram dikatakan rentan golput karena adanya dua pasangan calon kepada daerah namun keduanya adalah kader salah satu partai politik besar. Dua pasangan yang bertanding ini adalah pimpinan partai politik dengan pengurus partai politik yang sama.

“Karena itu, kami tidak ingin menyebut berapa persentase prediksi golput, tetapi kita terus berupaya menyosialisasikan pilkada untuk menekan golput,” katanya.

Sosialisasi yang dilakukan Dishub Kominfo Kota Mataram, lanjut dia, sudah dilakukan baik secara terpadu dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait maupun secara sendiri sebagai corong informasi pemerintah kota.

Menurut dia, SKPD yang dilibatkan saat melakukan sosialisasi tergantung dari sasaran sosialisasi. Artinya, jika sasarannya pemilih pemula maka Dishub Kominfo melibatkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

“Sementara jika sosialisasi itu menyasar masyarakat umum, kami melibatkana Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol),” ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, lanjut Khalid, tingkat golput dalam Pilpres 2014 mencapai 29,8 persen atau 56.732.857 suara.

Angka golput Pilpres 2014 lebih parah dibanding Pilpres 2009 yang mencapai 27,7 persen bahkan lebih buruk dibanding Pilpres 2004 yang hanya mencapai 24 persen.

“Selalu meningkatnya angka golput dari tahun ke tahun dapat menurunkan kualitas pemimpin yang dipilih nantinya, selain itu menandakan buruknya demokrasi,” katanya.

Karena itu, diharapkan dengan sosialisasi yang telah dilakukan termasuk diskusi publik pemilih pemula ini, mampu menekan golput dan merealisasikan target partisipasi pemilih dalam pilkada sebesar 80 persen. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Cuaca Ekstrem, BPBD Mataram Siaga Bencana

  Mataram – Cuaca yang kerap berubah-ubah belakangan ini di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), ...