Jadilah yang Pertama Tau

Debit Air PDAM Mataram Turun 80 Persen

 

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Debit air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang Mataram turun hingga 80 persen akibat musim kemarau panjang yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Penurunan debit air ini bervariasi pada beberapa titik, sekitar 10 persen hingga 80 persen terutama untuk wilayah di Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat,” kata Dirut PDAM Menang Mataram H Lalu Ahmad di Mataram, Kamis.

Hal itulah yang menyebabkan kondisi PDAM cukup berat, meskipun sudah dibantu dengan beberapa titik sumur bor akan tetapi karena kebutuhan tinggi, dampak dari berbagai upaya yang telah dilakukan tidak terasa.

“Akibatnya, akhir-akhir ini kami sering merima keluhan dari pelanggan, tetapi hal itu dapat dimaklumi karena sebagai pelaku layanan publik kita harus siap menerima keluhan,” ujar Zaini yang ditemui usai sosialisasi hibah sambungan gratis air bersih.

Ia mengatakan untuk penanganan jangka anjang, PDAM sedang melakukan proyek-proyek baru, tetapi hasilnya tentu tidak bisa diharapkan dalam waktu dekat karena butuh proses penyelesaian yang cukup panjang.

Menurut dia proyek peningkatan pelayanan yang dimaksudkan itu antara lain, penambahan dua titik sumbur bor untuk di Lombok Barat dan Kota Mataram dengan kapasitas satu titik 25 liter per detik.

Hal itu termasuk proyek pemasangan pipa-pipa baru, yang diyakini ke depan mampu mengatasi masalah penurunan debit air di musim kemarau.

Selain itu, lanjut Zaini, saat ini pihaknya juga sedang melakukan pemasangan pipa untuk mengaliri air yang bersumber dari mata air Sesaot di Kabupaten Lombok Barat.

“Jika proyek pemasangan pipa dari sumber mata air Sesaot ini rampung, Insha Allah masalah kekurangan suplai air di Kecamatan Gunung Sari dan Kecamatan Ampenan bisa teratasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, dalam menghadapi musim kemarau saat ini Zaini mengimbau masyarakat agar bisa hemat dan menggunakan air dengan bijak, sehingga air yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Khusus bagi masyarakat yang pada jam-jam tertentu mendapatkan aliran air, kata dia, bisa menampung air untuk memenuhi kebutuhan air hingga beberapa waktu ke depan.

“Sembari kita berusaha menyelesaikan permasalahan ini secara keseluruhan dan berharap musim hujan segera tiba sehingga aliran air kembali normal,” kata Zaini.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat