BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Menyusuri Jejak Si Kenari Tua

jalan pejanggik Kota Mataram (net)
jalan pejanggik Kota Mataram (net)

wisata.kicknews.today – Mataram mungkin sama dengan banyak kota lainnya di Indonesia, yang sedang doyan bersolek bak seorang gadis remaja. Berbalut bedak dan gincu ekstra tebal agar semakin memikat, sedikit menor tak mengapa asal aura menggoda kental terasa.  Karena ia memang ingin terlihat mempesona dan menarik.

Jika kita berkunjung ke kota ini yang berada disebelah barat pulau lombok dan menghadap kekeindahan Gunung Agung – Bali ini, kita akan disuguhi suasana teduh dan nyaman.  Deretan pohon kenari tua yang masih kokoh berdiri disepanjang jalan utama kota ini dari jalan Langko hingga jalan pejanggik.

Keberadaan pohon-pohon tua ini ditengah kota Mataram membuat suasana kota ini semakin unik, terdapat 60 pohon kenari tua yang masih terjaga dengan baik dan pemerintah kota Mataram memang memberikan perhatian yang sangat besar dalam hal menjaga keberlanjutan fungsi dan kelestariannya.

Bagi Kota Mataram, melestarikan pohon ini sama dengan menjaga sejarah, yang merupakan budaya peninggalan zaman Belanda.  Bahkan pemerintah kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan kebijakan yang melarang menebang pohon peninggalan zaman kompeni tersebut. Kalau pun ditebang, harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pemkot setempat.

Namun tahukan anda, asal muasal pohon kenari tua itu? yang lambaiannya tetap saja muda walau usianya melampaui usia kota ini?.

Alkisah, dimasa penjajahan Belanda. Kala itu penjajah Belanda sudah memasuki Bali dan berhasil menguasai beberapa buah kerajaan sebagai daerah taklukannya.  Keinginan untuk memperluas pengaruh serta memangkas jarak transportasi untuk kegiatan utama mereka yaitu perdagangan, membuat kolonial Belanda melalui perusahaan dagangnya, VOC, mencari daerah baru sebagai tempat transit para pegawai dan pimpinan militer mereka dikawasan Nusa Tenggara untuk tempat tinggal dan kantor. Dan, Kota Mataram tak lepas dari pantauan pemimpin-pemimpin Belanda.

Suasana kota mataram kala itu, yang dianggap pas dan hampir mirip dengan suasana di Belanda, baik dari segi geografis dan iklim membuat Mataram menjadi pilihan mereka.

Dan, dimulailah perpindahan besar-besaran orang-orang Belanda menuju Bali, Lombok dan Maluku sebagai tujuan utama mereka agar lebih dekat dengan sumber komoditas utama perdagangan mereka yaitu rempah-rempah.

Diceritakan, sepasang suami istri meneer Belanda yang bekerja diperusahaan dagang VOC memilih tinggal di Mataram, walau banyak dari teman-temannya memilih Narmada karena iklimnya yang lebih sejuk dan lebih berasa, Belanda.

Tak terasa, hari pun berganti minggu, minggu berganti bulan, rasa rindu akan suasana kampung halaman mereka di Belanda membuat pasangan ini diliputi rasa kangen yang luar biasa.  Akhirnya, dalam satu kesempatan pulang kekampung halamannya dan kembali ke Indonesia (Mataram) tak lupa mereka membawa biji dan bibit pohon kenari dari Belanda.  Oleh-oleh kampung halaman yang sengaja mereka bawa untuk mengusir kerinduan yang suatu waktu kembali datang menghampiri mereka.

Biji dan bibit pohon kenari itupun mereka tanam disepanjang jalan hingga kerumah mereka, alhasil rasa betah dan nyaman serasa berada dikampung halaman mereka di Belanda mulai mereka rasakan.

Kini, si kenari sudah uzur.  Usianya sudah menyentuh bahkan melewati ratusan tahun, namun walau sudah berusia ratusan tahun si kenari tua tetap menjadi pohon yang menentramkan dan membuat nyaman siapapun yang berkunjung ke kota ini.

Walau sempat beberapa waktu lalu saat terjadi angin kencang sebatang pohon tua tumbang di jalan Selaparang Mataram dan membuat resah, pemerintah kota tetap bersikeras untuk tidak boleh menebang pohon bersejarah tersebut, karena selain memiliki nostalgia sejarah, pohon-pohon tersebut dapat memperindah wajah Kota Mataram.

pohon kenari tumbang di jalan pejanggik (net)
pohon kenari tumbang di jalan pejanggik (antara)

Pihak Dinas Pertamanan juga telah berupaya melakukan peremajaan sebagai pengganti pohon-pohon yang usianya sudah tua dengan menanam pohon mahoni dan kenari di sebelah pohon besar itu.

Hal ini dilakukan sebagai upaya memperindah Kota Mataram yang sekarang terlihat semakin bagus dengan pohon peninggalan orang Belandanya tersebut, selain pohon pemerintah kota juga merevitalisasi bangunan bersejarah di kota Ampenan yang juga adalah sisa peninggalan Belanda.

Pengembangan Kota Ampenan menjadi objek wisata kota tua di Kota Mataram tidak terlalu sulit, karena Ampenan berada sejajar dengan objek wisata internasional Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.  Pengembangannya diperlukan agar keberadaannya tidak punah seperti si pohon kenari tua yang semakin renta dimakan usia.

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Lombok Ibarat Emas Pariwisata, Sedikit Dipoles, Bali Lewat…

  kicknews.today Mataram, – Dekan Fakultas Musik dan Seni Persembahan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) ...