BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Investor Kena Tipu Nilai NTB Gagal Usung Wisata Syariah

Islamic Center Lombok dari udara (foto:kicknews)
Islamic Center Lombok dari udara (foto:kicknews)

kicknews.today Mataram - Seorang investor asal Riyadh Al-Nasym, Arab Saudi, yang hendak membangun sebuah hotel berbintang di wilayah pariwisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, menilai Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat gagal dalam mencanangkan wisata syariah.

Investor yang hendak membangun hotel bertajuk syariah itu bernama Alotaibi Hamad Mofarah (48) dan pernyataan itu disampaikannya setelah menjadi korban penipuan pada tahun 2011, saat ditemui usai sidang perdana di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (19/10).

“Saya cukup kecewa dengan mereka (aparat penegak hukum), saya ini orang luar yang mendukung investasi pembangunan wisata syariah,” kata pria yang disapa Hamad didampingi juru bicara dan kuasa hukumnya.

Hal itu diungkapkannya setelah mendengar keputusan majelis hakim yang menunda persidangan karena juru bicara yang didatangkan dari kejaksaan dianggap pengacara tersangka bersifat tidak berimbang.

Atas dasar itu, majelis hakim menerima dan memutuskan untuk menghadirkan kembali saksi yang tidak lain merupakan pelapor yaitu Hamad, dengan mendatangkan juru bicara lainnya.

Usai persidangan itu, dia juga menuturkan bentuk kekecewaannya terhadap APH tempat Hamad pertama kali melaporkan aksi penipuan yang dialaminya, yakni di Polda NTB.

“Saya kecewa juga dengan polisi, kenapa kasus saya baru masuk ke meja persidangan, sekalinya masuk kenapa ditunda lagi,” katanya.

Bentuk kekecewaan itu diungkapkan karena Hamad sudah dimintai keterangan dalam BAP polisi sebanyak lima kali terhitung sejak 2012. Kasusnya dilaporkan terkait penipuan dalam pembuatan izin pembangunan hotel bertajuk syariah tersebut.

Dia menilai pemerintah NTB seperti tidak memiliki taring untuk menjamin kepercayaan dan keselamatan arus modal para pengusaha luar negeri, sehingga para calo atau makelar bebas berkeliaran, karena tidak ada pantauan pemerintah setempat.

“Saya heran dengan sikap pemerintah, apa mereka takut dengan para makelar kelas teri itu, sehingga saya salah satu investor yang hendak mendukung program pemerintah menjadi korban penipuan mereka,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikannya mengingat kejadian yang dialaminya pada tahun 2011 lalu menyebabkan Hamad harus merugi dalam penanaman investasi di bidang pariwisata. Nilai kerugiannya mencapai Rp1,9 miliar untuk pembangunan hotel bertajuk syariah di atas lahan 4,6 are.

Ia juga menilai bahwa seharusnya perkara yang dilaporkan itu sudah lama selesai, melainkan kasusnya baru masuk tahap persidangan terhitung Senin (19/10). “Ini kan aneh, kasus ini sudah empat tahun lamanya baru dipersidangkan,” kata Hamad.

Dia menyimpulkan bahwa APH di NTB masih lemah dalam mengawal perkara. Termasuk pihak pemerintah yang dianggap acuh dengan niat baik investor untuk menanam investasi di bidang wisata.

Hamad merupakan korban dugaan penipuan dalam pembangunan hotel syariah di kawasan Senggigi, Lombok Barat. Ia telah mengeluarkan dana tak kurang dari Rp1,9 miliar kepada seorang “broker” berinisial IB yangdipercayai untuk mengelola dana pembangunan hotel tersebut.

Hamad tertarik membangun hotel berbasis syariah mengingat saat ini belum ada hotel yang menyediakan pelayanan akomodasi dan hiburan sesuai syariat Islam di kawasan wisata NTB.

Untuk membangun hotel tersebut, Hamad sudah menyiapkan dana tak kurang dari Rp2,5 miliar untuk membangun hotel dengan 23 kamar itu. Namun setelah pembangunannya berjalan, ternyata perkembangan fisik hotel tersebut tidak sesuai dengan target yang sudah dia rencanakan.

Merasa ditipu, Hamad kemuian melapor ke Gubernur NTB dan hearing ke DPRD NTB dengan membawa bukti-bukti berupa dokumen kelengkapan yang dimiliknya.

Gubernur NTB mendorong adanya langkah hukum yang cepat untuk menghindari citra buruk yang bisa timbul di negara calon investor tersebut. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Sumatera Utara Belajar dari NTB Untuk Sukses jadi Penyelenggara MTQ Nasional

  Mataram – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belajar dari Nusa Tenggara Barat untuk bisa sukses ...