BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Perempuan Yang Menjaga Betinanya Hingga Perang

ilustrasi - demo penolakan kekerasan terhadap TKI (net)
ilustrasi – demo penolakan kekerasan terhadap TKI (net)

ceritakita.kicknews.today – Di Arab saudi, akhirnya Perempuan Bernama R mendaratkan mimpi dan harapannya untuk hari depan bagi diri dan keluarganya, mimpi dan harapan itu langsung ditancapkannya begitu kakinya menyentuh bumi kaya minyak itu. Sembari berdo’a kepada langit agar dimudahkan dan dilapangkan rezeki untuknya, untuk keluarganya yang terpaksa ditinggalkan.

Matanya terpesona dan takjub melihat kemegahan negeri kaya itu, keyakinannya untuk berhasil makin bertambah dengan suasana negeri yang sesuai dengan jiwanya. Juga karena banyaknya teman-teman senegerinya, langkahnya pun ringan, perasaan sedih dan berat meninggalkan keluarga perlahan hilang digantikan tekad dan semangat untuk bekerja agar meraih hasil yang maksimal. R tersenyum membayangkan mimpi-mimpinya, mimpi-mimpi keluarganya akan segera terwujud.

Tak berapa lama R akhirnya mendapatkan majikan, seorang saudagar karpet persia. Tugasnya sudah jelas, mengurus dapur, anak-anak majikan yang sedang beranjak dewasa, yang ingatkannya pada anak lelakinya di rumah. R juga disuruh untuk membantu membersihkan karpet-karpet tuannya di toko agar tidak berdebu dan kumal, tentu dengan janji bonus gaji tambahan yang membuat R makin semangat walau letih mendera.

Bulan pertama ia jalani dengan baik, tuannya puas. Gaji pertamanya tersimpan aman di kantong kecil yang sengaja ia buat di BH-nya, agar hangat dan bisa ia rasakan keberadaannya. Hasil jerih payahnya sebelum besok pagi ia kirimkan ke rumah agar keluarganya bisa mencicil mimpi-mimpi mereka.

R semakin giat bekerja, dan tuannyapun semakin puas. Sampai satu hari setan jahil jahiliyah mengejutkannya. Anak tuannya tiba-tiba menggerayangi puting susunya dan menyelusup ke selangkangannya saat ia tengah beristirahat siang, ia pun terkejut dan memeluk dirinya erat.

Sambil memohon jangan, ”TOLONG TUAN MUDA JANGAN TUAN, ITU HARAM ITU HINA ITU DOSA TUAN..” tanpa henti katakata ketakutannya terucap, tapi anak tuannya makin bernafsu. Lelakinya yang sebesar lelaki kuda kian liar tak terkendali, R di banting ke atas kasur namun langsung kembali bangkit. Ia berlari ke luar kamar namun setan jahiliyah lainnya tiba-tiba datang dan berdiri tepat didepan pintu.

Air mata R menetes ketakutan, degup jantungnya berdetak kencang dan semakin kencang saat kedua lelaki itu mempertontonkan lelaki mereka. Mata R rabun, ia sontak menerjang anak tuannya yang berada di depan pintu. Iapun terus berlari ke arah yang dipikirkan otaknya, Dapur, belati, pisau, golok, pedang apa saja pokoknya senjata tajam.

Dua anak tuannya yang baru beranjak dewasa itu, yang mengingatkannya akan anak lelakinya di rumah terus mengejarnya. Tapi kali ini R sudah siap. Dua buah pisau dapur digenggamnya erat, dan menukik tajam menghujam dada, perut anak tuannya begitu ia mencoba menerkamnya.

Darah menyembur deras, R bergetar, sekujur tubuhnya rasakan lemas. Dingin, kaku. Jerit ketakutan beralih ke anak tuannya yang terkejut melihat saudaranya terkapar bersimbah darah. R tak perduli, tatapnya gelap. Iapun terkulai, pingsan di atas kolam darah anak tuannya. Sambil tetap erat menggenggam pisau dapur dikedua tangannya.

Pagi subuh, enam bulan setelah kejadian berdarah di rumah tuannya, Perempuan Bernama R menatap dingin seorang algojo yang berdiri dihadapannya.

Hatinya sudah ia serahkan kepada langit, bersama mimpi dan harapannya akan hari depan. Ia pasrah, ia ikhlas. Tanpa sepatah kata ia menunduk tenang, meletakkan lehernya di sebuah tatakan kayu. Sang algojo menghunus tinggi pedangnya.

Saat adzan subuh berkumandang, kepala R terlepas dari raganya. Sekilas senyumnya mengembang, ucapkan sayang pada keluarganya.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today