BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Bali Ingin Majukan Pariwisata, Lombok Jadi Korban

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Selong, Lombok Timur – “Bali ingin memajukan pariwisatanya dengan mengorbankan Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Bupati lotim hanya berdalih menambah PAD tanpa memperhatikan dampaknya dikemudian hari.” Jelas Samboeza Koordinator Umum Front Anti Tambang (FAT), saat melakukan aksi demo dikantor Bupati Lombok Timur, Sabtu (17/10) “Kami menolak pengerukan pasir laut di Lotim dan menuntut pemerintah NTB untuk tidak memberikan ijin PT TWBI melakukan pengerukan dan juga batalkan PP no 51 tahun 2014.”lanjut dia.

Masa yang tergabung dalam FAT dengan tegas menyatakan penolakannya atas ijin yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pada  PT TBWI untuk melakukan pengerukan pasir dipantai Lombok Timur dengan alasan untuk menambah PAD Lotim pada demonstasi damai yang berlangsung pagi tadi sekitar jam 08.45 Wita yang dimulai di simpang empat Pancor Lombok Timur.

Selanjutnya masa FAT menuju kegedung DPRD Lotim.  Dalam pernyataan mereka yang disampaikan kepada Anggota DPRD Lombok Timur Komisi III dan IV yang menerima mereka, FAT akan tetap menolak pengerukan pasir, dan mengajak anggota dewan untuk bersama-sama melihat tujuan dari pengerukan pasir besi di wilayah pantai Lombok Timur.

Desi Nahrowi, korlap FAT,  mengatakan bahwa pengerukan pasir yang dilakukan di Selat Alas jelas akan mengancam kelestarian alam dan kelangsungan hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya disektor kelautan. Apalagi ini akan dilakukan dalam waktu lama, dampaknya akan merusak habitat dan ekosistem laut dan otomatis akan menurunkan pendapatan nelayan.

“Pemda Lotim jangan hanya memikirkan PAD, Masih banyak cara lain untuk mendapatkan PAD itu” kata Desi yang juga adalah Korlap aksi demo tersebut.

Selain itu juga Dewi menambahkan bahwa rencana pengerukan pasir di Lotim oleh PT TBWI untuk kepentingan reklamasi Teluk Benoa Bali telah melukai hati rakyat karena volume yang akan dikeruk mencapai 70 juta meter kubik dengan kedalaman 26 sampai dengan 51 m dan dengan luas pengerukan 1008,5 dengan jarak mencapai 5 kilometer dari bibir pantai.

“Pengerukan bukanlah solusi yg baik untuk meningkatkan PAD lotim, malah itu akan membuat masyarakat semakin miskin, pengerukan akan berdampak pada terjadinya abrasi, ditambah letak geografi di pulau lombok yg rawan terjadi abrasi,” kata dia.

” Tidak ada aturan yang memberikan ruang dilakukanya pengerukan pasir sesuai dengan analisis dampak lingkungan. PAD lotim terbesar bukan dari pertambangan namun dari pertanian, monopoli pengelolaan tanah yang diberikan ke pemda adalah untuk kepentingan rakyat bukan untuk inspektor Pemberian ijin kepada perusahaan.” Jelas Teti Suhada anggota FAT.

Sebelum mengakhiri aksinya didepan kantor Bupati Lombok Timur, massa FAT menegaskan kembali komitmennya akan tetap menyuarakan kepentingan rakyat, karena rakyat menolak pengerukan pasir.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

DBD jadi Momok Lagi, 1.258 Warga NTB Terjangkit, Lotim Terbanyak

  Mataram – Pola cuaca tidak menentu menjadi penyebab sejumlah kasus kesehatan tidak bisa diprediksi, ...