BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Komentar AS Membuat Marah israel

ilustrasi - perdana menteri israel benyamin netanyahu (net)
ilustrasi – perdana menteri israel benyamin netanyahu (net)

 

kicknews.today Jerusalem – Israel meradang pada Kamis (15/10) mengenai apa yang dipandangnya sebagai komentar AS bahwa Israel menggunakan kekuatan yang berlebihan setelah penikaman oleh orang Palestina dan menyiarkan gambar untuk membantah tuduhan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel “menggunakan kekuatan yang sah” dan “negara lain pun akan melakukan tindakan yang sama untuk menangani orang yang memegang pisau, golok, kapak, dan berusaha membunuh orang di jalan kota mereka”.

Saeb Erekat, Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan di dalam satu pernyataan PLO mengirim surat pada Kamis kepada rapporteur khusus PBB mengenai penghukuman tanpa proses pengadilan. PLO meminta dilakukannya penyelidikan mengenai pembunuhan yang ditaja negara terhadap beberapa orang Palestina selama beberapa pekan belakangan.

Tiga-puluh-dua orang Paelstina dan beberapa orang Israel tewas dalam pertumpahan dari selama dua pekan belakangan, kata Reuters–yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Orang Palestina yang tewas meliputi 10 penyerang dengan pisau, kata polisi, serta anak kecil dan pemrotes yang ditembak dalam demonstrasi rusuh.

Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon menuduh Washington salah membaca konflik, dan mengatakan penembakan orang Palestina yang memegang pisau “adalah bela diri”. Menteri Keamanan Masyarakat Gilad Erdan menyebut pernyataan AS itu bodoh.

Hingga Kamis larut malam, tak ada serangan baru yang dilaporkan di tengah penindasan keamanan Israel di wilayah pendudukan Jerusalem Timur dan penggelaran personel polisi serta balabantuan tentara di seluruh Israel.

Sebagian kerusuhan tersebut, yang paling serius selama bertahun-tahun, telah dipicu oleh kemarahan rakyat Palestina akibat apa yang mereka pandang sebagai peningkatan pelanggaran oleh orang Yahudi terhadap kompleks Masjid Al-Aqsha di Jerusalem Timur. Tempat itu juga dianggap oleh umat Yahudi sebagai tempat dua kuil Yahudi yang hancur.

Dalam taklimat harian pada Rabu (14/10), Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan Israel –yang telah memasang penghalang jalan di Jerusalem Timur, tempat banyak penyerang Palestina tinggal, memiliki hak dan tanggung jawab untuk melindungi warganya.

Ia menambahkan, “Sekarang, kita telah menyaksikan sebagian –saya tidak membicarakan pos pemeriksaan– tapi kita tentu saja telah menyaksikan beberapa laporan mengenai apa yang dipandang banyak orang sebagai penggunaan kekuatan secara berlebihan.” “Tentu saja, kami tak ingin melihat itu, dan kami ingin melihat pembatasan yang ditingkatkan pada saat kerusuhan ini sebagai tindakan sementara jika semua itu harus diberlakukan,” kata Kirby tanpa menyebutkan peristiwa khusus.

Ketika ditanya dalam satu taklimat untuk media asing di Jerusalem mengenai pernyataan tersebut, Netanyahu mengatakan, “Menurut anda apa yang akan terjadi di New York, kalau mereka melihat orang bergegas ke dalam kerumunan orang dan berusaha membunuh orang? Menurut anda, apa yang akan mereka lakukan? Apakah anda kira mereka akan melakukan tindakan yang berbeda dengan apa yang kami kerjakan?” Namun pada Kamis, Kirby berkeras AS tidak menyalahkan Israel. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Gubernur : Warga NTB Akan Selalu Bersama Dan Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina

kicknews.today Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi memastikan bahwa masyarakat di ...