Jadilah yang Pertama Tau

Hikmah Mohon Dapat Jodoh, Malah Digigit Anjing

ilustrasi
ilustrasi

thinkgreen.kicknews.today – Masjid Baitussalam menghangat, bukan karena matahari musim kemaraunya yang semakin panas namun karena kisah Ustadz Muammar tentang seorang pemuda lajang yang curhat tentang kesendiriannya dan usahanya untuk mendapatkan pasangan hidup yang belum juga berhasil.

“Ustadz, apa kiranya bacaan atau amalan yang bisa mengantarkan saya untuk mendapatkan jodoh saya ustadz.” kata si pria lajang.

Ustadz Muammar tersenyum, lalu katanya “Kalo begitu mudah saja, coba kamu amalkan shalat tahajud.”.  Si pria lajang itupun mengangguk dan memantapkan hatinya untuk mengamalkannya.

Dan selama sebulan penuh tanpa pernah terlewat satukalipun pemuda lajang itu melaksanakan shalat tahajud.  Harapannya dipanjatkan khusyuk dalam setiap do’anya, agar jodohnya segera datang.  Namun, setelah satu bulan apa yang dia harapkan dan tunggu-tunggu belum juga terlihat.

Akhirnya, si pemuda memutuskan untuk kembali menanyakannya pada Ustadz.

“Saya sudah melaksanakan shalat tahajud ustadz, setiap malam tanpa henti selama satu bulan penuh.  Tapi kenapa jodoh yang saya harapkan tak kunjung dikabulkan oleh-Nya?,” lapornya pada ustadz.

“Kamu setelah shalat tahajud ngapain?” tanya ustadz Muammar.

“Tidur,”

“Terus kamu shalat subuh?”

“Shalat ustadz, itu mah wajib ustadz saya pasti shalat subuh,”

“Lalu, setelah itu kamu ngapain?.”

Si pemuda mungkin mulai agak jengkel juga sama pak ustadz karena ditanya hal-hal yang menurutnya jauh dari keinginannya tentang jodoh, “Tidur lagi saya ustadz, kan ngantuk semaleman sudah tahajud,” jawabnya.

Ustadz Muammar lalu tersenyum lebar, ia pun mengerti kenapa do’a dan usaha si pemuda belum juga menemukan hasil.

“Itulah masalahnya,”kata ustadz

“Apa masalahnya ustadz? saya tidur lagi itu?,” tanya si pemuda penasaran.

“Iya, kamu itu sudah beribadah dan berdo’a dengan baik, tapi itu sekedar ibadah dan do’a.  Usahanya mana? kamu hanya mengandalkan do’a tanpa adanya usaha sebagai bentuk ikhtiar kamu.  Sekarang, coba kamu setelah shalat subuh keluar jalan-jalan, dengan pengharapan kamu dapat dipertemukan dengan jodohmu.” jelas pak Ustadz.

Akhirnya, esok harinya si pemuda lajang inipun tak lagi tidur selepas melaksanakan shalat subuh, tapi langsung pergi jalan-jalan dengan harapan bertemu dengan jodohnya.  Namun alangkah terkejutnya ia, saat baru separuh jalan ia berjalan-jalan, seekor anjing gila yang kebetulan ada disana merasa terusik dengan kehadiran si pemuda.

Jalanan masih sepi, sisa malam yang masih menyisakan gelap membuat si anjing gila menganggap si pemuda adalah bahaya.  Sipemuda yang begitu melihat gelagat si anjing sudah tak bersahabat, coba tawar-menawar dengan dirinya.  Mau kabur atau berjalan santai dan tak menganggapnya.  Belum sempat ia memutuskan, si anjing gila sudah terlebih dahulu bereaksi.  Sipemuda itupun kabur mengambil langkah seribu.

Apa daya, kecepatan lari si anjing mengalahkan kecepatannya.  Sipemuda pun kalah dan menderita luka gigit serius dikakinya.  Orang kampung yang melihat kejadian tersebut kemudian membawanya ke rumah sakit, dalam rintihannya sipemuda berteriak “Ya Allah, aku berdo’a minta jodoh bukan anjing.” ringisnya sedih dan sakit yang campur aduk.

Singkat cerita, sipemuda lajang akhirnya dirawat dirumah sakit.  Dalam keputusasaannya itu tiba-tiba seorang perawat cantik datang, dan mengurus semua lukanya.

Desir aneh tiba-tiba menghinggapi perasaan si pemuda, kerling nakal nan menggodanyapun coba ia layangkan pada si perawat.  Tak dinyana, sang perawat menanggapinya dengan sayang.

Akhirnya, satu dua kata terucap, diawali perkenalan diakhiri dengan kenyataan bahwa ternyata si perawat juga sedang jomblo dan sedang mengharapkan jodohnya.

“Jadi, setiap do’a dan amal ibadah kita itu harus juga diimbangi dengan usaha sebagai sebuah bentuk ikhtiar kita kepada-Nya.  Dan janganlah kita cepat berputus asa, karena setiap kejadian itu walaupun mungkin sangat sulit dan menyakitkan bagi kita selalu ada hikmah yang baik dan manis dibelakangnya.  Banyak cara dan jalan Allah untuk mengabulkan do’a hambanya, dan banyak diantaranya melalui sesuatu yang tidak kita sukai”. (*)

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat