in

Polisi Gadungan Dibekuk Ditreskrimum NTB

DS, pria yang mengaku sebagai anggota polisi
DS, pria yang mengaku sebagai anggota polisi
DS, pria yang mengaku sebagai anggota polisi (foto:kicknews)

kicknews.today , Mataram – Anggota Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat berhasil menangkap tangan seorang polisi gadungan yang melakukan pemerasan terhadap korbannya di depan kampus Universitas Mataram.

Kepala Sub-Direktorat III Ditreskrimum Polda NTB Ajun Komisaris Besar Rustanto kepada wartawan di Mataram, Kamis (15/10/2015), mengungkapkan bahwa polisi gadungan yang ditangkap berinisial DS (50) asal Priggarata, Kabupaten Lombok Tengah.

“DS berhasil kami amankan setelah mendapat laporan dari korban yang akan bertemu di depan Kampus Unram. Saat diamankan, pelaku mengaku dirinya adalah anggota Polri. Saat digeledah, identitasnya palsu,” kata Rustanto.

Saat penggeledahan di tempat, dari dalam tas pelaku ditemukan rambut palsu, belasan anak panah berkarat, ketapel besi, dan borgol tangan. Selain itu, di dalam jaketnya juga diamankan uang tunai hasil pemerasan sebesar Rp2,5 juta.

“Sepeda motor serta telefon genggam miliknya juga ikut kami amankan,” ucap Rustanto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, DS mengaku bahwa barang yang ditemukan dalam tasnya itu adalah miliknya. Kemudian, untuk senjata tajam berupa anak panah dan ketapel besi itu dibawa guna melindungi diri.

Informasi transasksi itu diperoleh dari korban yang berinisial GH asal Ampenan yang berprofesi sebagai wartawan media lokal di Lombok. “Anggota kami menangkapnya setelah korban melakukan transaksi dengan pelaku di depan kampus Unram,” ujarnya.

Aksi pemerasan tersebut berawal dari persoalan yang terjadi antara korban dengan rekan pelaku berinisial NU. Korban dimintai NU untuk membayar hutangnya sebesar Rp5 juta.

Pada persoalannya, pelaku dimintai tolong NU untuk mendesak korban membayar hutangnya. “Dengan memanfaatkan kondisi itu, pelaku mengaku sebagai anggota Polri kepada korban,” ucapnya.

Melalui skenario pelaku mengancam akan menembak korban dan menangkapnya jika tidak mengembalikan uang rekannya, akhirnya korban membuat janji dengan pelaku bertemu di depan kampus Unram untuk menyerahkan setengah hutangnya kepada pelaku.

“Jadi pelaku ditangkap pada Senin (12/10) lalu, sekitar 17.00 WITA, setelah melakukan transaksi dengan korban di depan kampus Unram,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku yang berinisial DS kini dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pengancaman Juncto Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951. “Pasalnya berlapis karena selain memeras, dari hasil penggeledahan ditemukan senjata tajam yang dapat membahayakan orang lain, jadi dikenakan UU darurat,” katanya.(ant)

Tinggalkan Balasan