Polda NTB Tangani 46 Kasus Pedofilia Sepanjang 2015

Salah satu tersangka pedofilia yang diamankan Polda NTB (foto:kicknews)
Salah satu tersangka pedofilia yang diamankan Polda NTB (foto:kicknews)

kicknews.today , Mataram – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat pada 2015 telah menangani 46 kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur, sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Kapolda NTB melalui Kasubdit IV AKBP I Putu Bagiartana kepada wartawan di Mataram, Kamis (15/10/2015), menyebutkan kasus kekerasan seksual ini mendapat perhatian serius aparat kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat terutama orang tua untuk lebih waspada terhadap modus-modus para pelaku yang berniat jahat kepada anak,” kata Bagiartana.

Untuk wilayah NTB, tercatat Kabupaten Lombok Barat memiliki angka yang cukup tinggi terkait kasus kekerasan terhadap anak, terutama pencabulan. “Seperti di wilayah Gunung Sari, sudah ada beberapa kali kasus pencabulan yang kami tangani,” ujarnya.

Selain itu, Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di wilayah Tanjung, juga pernah terkuak “kasus incest”, antara ayah dengan anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur. Akibatnya, anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama itu harus mengandung anak dari ayahnya sendiri.

Kekerasan seksual yang terjadi saat ini tidak terlepas dari peran orang tua dalam mengamati perkembangan anak. Untuk itu, ia mengharapkan para orang tua untuk memberikan perhatian serta pemahaman tentang seksual kepada anak.

Selain mengingatkan dan mengimbau masyarakat, Bagiartana mengungkapkan bahwa dalam memerangi kejahatan seksual terhadap anak, Polda NTB bersinergi dengan jejaringnya membuat sebuah program sosialisasi.

“Kita ajak guru-guru untuk kumpul membicarakan akan pentingnya pendidikan seksual dan kekerasan terhadap anak, langkah ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh guru untuk memberikan pemahaman kepada anak didiknya,” ucap Bagiartana.

Lebih lanjut, ia mengharapkan seluruh masyarakat selalu mengingatkan anak-anak untuk tidak cepat percaya atau dekat dengan orang yang belum dikenalnya.

“Kalau ada orang asing yang mengiming-imingi anak dengan uang atau jajanan dan mengajaknya ke tempat-tempat yang tidak diketahui, disarankan untuk langsung melarikan diri dan mencari perlindungan, serta melaporkannya,” pesan Bagiartana. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat