BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Perempuan Yang Mengidolakan Kitaro

18+. kicknews.today – Perempuan itu menaikkan volume hp-nya yang membuat gendang telinganya dipenuhi alunan instrument yang begitu damai dan menghanyutkannya. Seharian ia hanya bermalas-malasan dikamar ditemani Kitaro, musikus mistis idolanya karena disetiap musik yang diciptakannya ada terasa sesuatu yang magis mengikuti disetiap alunan nada yang tercipta. Membuat perempuan itu terkadang merinding, terkadang seperti terhipnotis sampai hilang dan menghilang kedalamnya. Ciptakan khayal tentang dunia lain dan hidup didalamnya.

Kitaro yang nama aslinya Masanori Takahashi adalah anak seorang petani Shinto yang lahir di Toyohashi, Prefektur Aichi. Nama kitaro didapatnya dari teman-temannya yang diambil dari nama tokoh film kartun jepang. Lelaki yang kini menetap di negeri paman sam ini telah menjadi idolanya. Hilangkan penat dijiwa lepaskan beban hidupnya.

Instrument thinking of you yang pernah menyabet grammy tahun 2001 bawa perempuan itu berziarah ke masa lalunya, masa lalu dengan lelakinya yang kini telah hilang dan menghilang tinggalkannya sendiri dengan noda hitam atas nama cinta. Bawanya terbuang ke lembah para pelacur dan terkucilkan dari peradaban yang beradab. Kerinduan pada cinta yang tulus menyeruak dalam hatinya, thinking of you bawanya merindukan itu.

          Bayangmu mewangi

          Datangi malamku dalam mimpi

          Bersatu kita malu

          Berpisah kita merindu

 

          Cinta?

          Kemana kan kubawa?

          kalau kau kabur

 

          Kini terlempar ku terhempas

          Satu noda kau cipta

          Dan kau sirna

 

          Merana kumerana

          Sendiri

          Sepi

 

Hari ini perempuan itu hanya bermalas-malasan dirumah kontrakannya setelah enam hari penuh ia bekerja sebagai pekerja sex. Letihnya direndam dalam bak mandi air hangat bersama kulit mulusnya yang terasa kotor, ia terus berendam sampai letihnya terlepas dari badannya.  Instrumen Koi mengalun bawakan panorama damai yang ia butuhkan untuk lupakan semua penat dijiwa lupakan kotor hidupnya.

Tiba-tiba dadanya memecah damai saat kitaro menghentak oleh suara pukulan drum Taiko-nya yang bergemuruh bawanya ke tembang marah, ingatannya pada kekalahan-kekalahan pada keputus-asaan pada penghinaan. Juga pada cinta yang kesemuanya menjadi kepalsuan nyata. Cinta baginya sesuatu yang langka, sulit, mahal dan tak terbayangkan, lagi. It’s bullshit!. Lalu ia bangkit mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya. Didepan cermin ia menatap dirinya melepas balutan handuk hingga sekujur nya telanjang, setetes bening airmatanya diam-diam menetes. Dibilasnya lembut tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan wewangian, agar para lelaki-lelaki hidung belang yang ingin menikmatinya rasakan gairah dari tubuhnya. Agar ia masih bisa punya nilai jual tinggi.

 

Seorang lelaki telah menghubunginya,

“malam ini sayang di tempat biasa, jam 23 jangan sampai aku menunggu ok,”

Perempuan itu berkemas, bawa keharuman ditubuhnya, bawa senyum di bibirnya, bawa riang disetiap langkahnya. Dan menyimpan kesedihan di laci meja riasnya bersama hatinya agar tidak mengganggu.

Dalam taksi kitaro mengiringinya yang mengalun dalam dirinya, fiesta, estrella sepanjang jalan dipertengahan malam menuju hotel. Jari jemarinya ikuti nada tubuhnya berdendang gerakkan irama menembus malam mengawali harinya menjadi wanita yang berbeda. Perempuan yang merintih menyesali diri itu ditinggalnya dirumah kontrakan disekap dalam kamar dan terkunci bersama nuraninya.

Ia akan berlaku tabu dengan indah seperti keindahan seorang Kitaro dalam musiknya, ia terkadang seperti menikmati terlihat seperti menghayati pekerjaannya. Liar dan jalang bahkan seronok jorok akan ia lakukan tanpa terlihat sedikitpun ekspresi penyesalan ekspresi kesedihan. Kepuasan pelanggan adalah yang utama, untuk dirinya sudah ia tinggalkan dirumah dalam laci meja riasnya.

Sebuah pesan di handphonenya, “kutunggu di kamar 234 Hotel X.” bawanya segera meluncur setelah bersih-bersih betinanya dan mengambil bayarannya, tinggalkan satu lelaki menuju ke lelaki lainnya. Tak terasa malam sudah renta, tapi ia masih harus menyapa satu lagi lelaki di penghujung malam sebelum kembali pulang mencari kesedihannya juga hatinya yang tersimpan di laci meja riasnya memeluk perempuan yang merintih dalam kamarnya mengambil nuraninya lalu memutar Silk Road kitaro dan menangis sepuasnya.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Timnas U-22 Indonesia Ungguli Filipina 2-0 di Babak Pertama

Jakarta – Tim Nasional U-22 Indonesia berhasil mengungguli Filipina dengan skor 2-0 dalam laga kedua ...