Jadilah yang Pertama Tau

HIDUP INI SEMENTARA, TUAN !

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today – Suatu ketika Sang Pengembara menyerah juga setelah menempuh perjalanan jauh, sudah tak terhitung jurang dia turuni, tak terhitung gunung dia daki, akhirnya dia berhenti juga ,di tepi pantai, ombak bergemuruh, udara asin tercium menyapa kulitnya, dibawah rimbun pohon ketapang  tempat dia berteduh.

Angin pantai membelai lembut, , ah… betapa nyamannya, sambil menikmati bekal dan meneguk air, serasa segar kerongkongan,badan lelah langsung hilang.  Angin  pantai  membelai wajahnya dengan kelembutan, mempermainkan rambutnya, sesekali dia memperbaiki rambutnya , dia merasa dininabobokan, dia tak tahu berapa lama dia berteduh, entah berapa lama  tertidur saking nyamannya. Namun ketika dia terbangun, dan tubuhnya segar kembali dia kembali tersadar bahwa perjalanannya masih jauh, dan dia tak mungkin menghentikan langkahnya, dia menyadari sepenuhnya, walau senyaman apapun pohon dimana dia berteduh toh tetap dia harus melanjutkan perjalanan, dia tak boleh berhenti dan memang belum waktunya untuk menghentikan langkah, dia menyadari bahwa sesuatu yang ada sudah ditentukan keberadaannya oleh yang Maha Kuasa dan itu tak bisa ditawar-tawar, waktunya sudah ditentukan entah kapan, tapi itu merupakan kepastiaan, bahwa bila sudah tiba waktunya mau tak mau, suka tak suka dia harus menghentikan langkahnya, walaupun dia tak pernah menginginkannya. Namun dia menyadari dia tak boleh mendahului takdir, bukan sekarang langkah harus terhenti dan bukan dia yang menghentikan langkah. Yang penting tugasnya menjalani, itulah yang harus dia lakukan.

Hidup ini memang pilihan, sekarang diserahkan pada kita, ibarat mengendarai sebuah mobil, kitalah jadi sopirnya, bila sopirnya professional dan mampu menguasai mobilnya dengan baik maka ada harapan dia akan sampai ditujuan dengan selamat, namum bila sopirnya tak menguasai dan tak ada kemampuan mengendalikan, harapan untuk selamat tentu kecil sekali, apalagi  jalan yang akan ditempuh sangat berliku-liku, terkadang jalannya lurus, bahkan sering jalan tak lurus dan tak mulus, terkadang ada batuan kecil ataupun besar menghadang,  berkelok dengan berbagai hambatan yang menghadang. Namun yang apapun yang menghalangi toh kita tak harus menghentikan langkah, karena memang belum waktunya kita hentikan, kita harus tetap melangkah , walaupun mungkin terasa berat.

“Hidup ini tak gampang tuan”, kata seorang Ulama.Kita diberi kesempatan untuk hidup berarti kita diberi kesempatan untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik, dan kesempatan yang diberikan jangan disia-siakan, kesempatan itu memungkinkan kita meraih hidup yangn lebih baik, kebaikan yang tiada terputus, kenikmatan yang yang dirasakan terus menerus. Hal itu kita perjuangkan ketika kita diberi kesempatan untuk hidup, marilah kita manfaatkan dengan baik kesempatyan yang diberikan ini , saya kira sangat rugi bila kesempatan yang diberikan, kita sia-siakan. Sebab kesempatan  untuk meraih kehidupan yang tak ada kesudahannya , ialah di Akhirat .

Sangat rugi bila setiap insan yang dilahirkan di dunia, tak mau perhatikan semua itu, dan hanya mengejar kenikmatan sementara saja, yang sebenarnya semu saja. Kenikmatan yang pasti akan berakhir dengan perginya roh yang ada dalam tubuh kita.

Marilah kita pergunakan kesempatan hidup yang singkat ini untuk meraih kehidupan yang baik kelak dikehidupan yang tak ada matinya. Dengan melakukan perbuatan yang baik dan sudah tentu perbuatan yang dikendaki yang Empunya alam semesta ini, yaitu Allah SWT. Dan itu semua sudah dijelaskan dalam kitab suci  Al Qur’an, yang dibawa sang Rasul, Muhammad SAW. Kalau anda seorang Muslim, atau yang mengaku Muslim,  sudah sepatutnya kita tak boleh ragu secuilpun  akan apa yang tertera dalam kitab suci, janganlah kita menuruti hawa nafsu saja. Sungguh kepastian, hawa nafsu akan menggiring kita meraih kenikmatan dunia, padahal itu semua hanya fatamorgana yang tak mungkin kita raih.

Sudah menjadi ketentuan Allah SWT,hidup yang diberikan pada setiap manusia itu enam puluh tahun atau tujuh puluh tahun bahkan kurang dari itu. Selebihnya ibarat bonus dari yang maha kuasa. Ingatlah bahwa kita akan melanjutkan perjalanan ke negeri yang abadi, yaitu negeri yang tak ada matinya.

oleh : I Putu Waicaka MT

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat