Surabaya Ladang Subur Penyair Puisi

 

ilustrasi - (istimewa/net)
ilustrasi – (istimewa/net)

kicknews.today Surabaya – Seniman sekaligus koordinator Bengkel Muda Surabaya Ribut Wijoto menilai “Kota Pahlawan” merupakan ladang subur penyair puisi, karena tidak sedikit yang lahir dan berproses di dalamnya.

“Meski dikenal kota industri, tapi Surabaya tak pernah kehabisan penyair puisi yang lahir dan berproses membesarkan syair,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Minggu.

Sebagai penyair, ia dan seniman serupa lainnya mengaku tak akan pernah berhenti melahirkan penyair-penyair muda untuk dikembangkan di tingkat lokal maupun nasional.

Salah satu upaya yang dilakukannya, Bengkel Muda Surabaya menggelar pembacaan dan musikalisasi puisi di pelataran Kompleks Balai Pemuda di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (10/9) malam.

Sejumlah penyair yang tampil antara lain Maya Amelia Zahra, Mahrus Ali, Nanda A Rahmah, Elvandarisa Astandi, Denting Kemuning, Debby Niken, Rizki Kimpul, Rifqi Ajmaen, Yusril Ihza Fauzul, Faqieh Ahmad, dan lain-lain.

“Sedangkan, musikalisasi puisi didentingkan oleh Arul Lamandau,” kata seniman yang juga jurnalis senior itu di sela gelaran puisi dan musikalisasi bertajuk “Pelataran Bengkel” yang didukung Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Dewan Kesenian Jatim (DKJT) itu.

Pihaknya mengaku sengaja memberi ruang kepada para penyair untuk mengekspresikan dan mengenalkan karya-karyanya kepada publik, sekaligus menjaga tradisi kepenyairan tetap semarak.

“Karya beberapa dari penyair muda ini sudah pernah diterbitkan di media massa. Tapi bebeberapa yang lain, mereka baru mempublikasikan di media sosial dan menunjukkan kematangan teknik dan kedalaman tema,” katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, penyair-penyair muda saat ini kelemahannya masih belum konsisten dalam berkarya. “Tapi skalanya masih wajar kok, karena mungkin mereka masih dalam proses mencari jati diri sebagai seniman muda,” katanya.

Sebelumnya (9/10), aktor, entrepreneur, dan produser Film, Rio Dewanto, memotivasi mahasiswa Surabaya yang mengikuti seminar bertajuk “Peran Pemuda Dalam Menghadapi Asean Economic Community 2015” di Gedung Pascasarjana PENS. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat