Sriwijaya FC Tundukkan Arema Cronus 2-1

 

ilustrasi logo piala presiden 2015 (net)
ilustrasi logo piala presiden 2015 (net)

kicknews.today Solo – Tim Sriwijaya FC Palembang berhasil mengandaskan Arema Cronus Malang skor 2-1 pada pertandingan semifinal Piala Presiden 2015 leg kedua di Stadion Manahan Solo, Minggu malam.

Tim Sriwijaya FC yang menjamu Arema Cronus disaksikan sekitar 24 ribu penonton berlangsung seru dan menarik karena kedua kesebelasan sama-sama tampil maksimal untuk dapat memenangkan pertandingan bergengsi tersebut.

Tim Arema Malang yang didukung ribuan orang suporternya pada awal babak pertama langsung menekan ke pertahanan Sriwijaya sehingga sejumlah peluang tercipta melalui pemain striker andalannya Cristian Gonzales.

Pemain andalah Arema tersebut mendapat peluang menit 12 melalui sundulan kepalanya, tetapi sayang bolanya tipis di atas mistar gawang Sriwijaya yang dijaga oleh kiper Dian Agus.

Striker Arema Gonzales pada menit 14 kembali mendapat peluang sundulannya masuk ke gawang lawan setelah memanfaatkan umpan silang dari Fery Amana. Namun, wasit menganulir gol Gonzales karena sebelumnya tertangkap off side sehingga kedudukan tetap 0-0.

Arema yang terus menekan Sriwijaya untuk bisa mencetak gol selalu sering digagalkan pemain barisan belakangnya, yang dikoordinir oleh A. Maiga yang bermain lugas.

Bahkan, Sriwijaya kemudian berhasil bangkit mengandalkan serangan balik dengan cepat. Tim asal Palembang ini, mendapat peluang menit 35 melalui tendangan keras dari luar kotak pinalti, tetapi bolang berhasil diblok kiper Arema Kurnia Meiga.

Sriwijaya kembali mendapat peluang menit 40 melalui tendangan bebas beberapa meter di luar kotak pinalti, tetapi kembali Kurnia Meiga berhasil menangkap dengan baik sehingga kedudukan tetap 0-0.

Namun, Sriwijaya baru mampu memasukkan gol di menit 44 melalui tendangan keras kaki Asri Akbar yang mengubah kedudukan menjadi 1-0 hingga babak pertama usai.

Sriwijaya memasukkan babak kedua tetap memperkuat di lini pertahanan, dan mereka mengandalkan serangan balik dengan cepat yang sering membahayakan gawang Kurnia Meiga. Sedangkan Arema, melakukan pergantian pemain depan Dendi Santoso ditarik keluar digantikan Arif Suyono dan Juan Revi juga diganti Hendro Siswanto untuk menambah serangan.

Arema pada awal-awal babak kedua terus melakukan serangan untuk mengejar ketinggalan gol atas Sriwijaya FC. Arema mendapat peluang menit 47 melalui sundulan kepala Gonzales, tetapi bola tepat dipelukan kiper Dian Agus.

Arema pada menit 73 akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan salto kaki kiri Lancine Kone yang tidak mampu diantisipasi kiper Dian Agus, sehingga mengubah kedudukan menjadi seri 1-1.

Sriwijaya kemudian juga memasukkan beberapa pemainnya untuk menambah daya serang antara lain Syakir S diganti Ichsan, Asri Akbar diganti Risky Dwi, Titus Bonai ditarik keluar diganti Yohanis N.

Sriwijaya dengan banyak pergantian pemain tersebut ternyata membuahkan hasil di menit 82 melalui sundulan kepala T.A. Musafry setelah memanfaatkan umpan silang dari Rizky Dwi diterima dengan sundulan kepala dan masuk gol disudut gawang Arema, sehingga mengubah menjadi 2-1.

Sriwijaya yang sudah unggul 2-1 atas Arema Malang kemudian memperkuat pertahanan untuk menghalau setiap serangan yang dilakukan Arema. Sriwijaya akhirnya tetap unggul hingga wasit yang memimpin pertandingan Torik Alkatiri asal Jakarta meniup peluit panjang tanda babak kedua berakhir.

Wasit dalam pertanding tersebut juga mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Hasyim Kipuw, Cristian Gonzales (Arema) dan Patrich Wanggai (Sriwijaya).

Pelatih Sriwijaya FC Palembang Benni Dollo mengatakan tim sedikit ada kesalahan dan Sriwijaya sengaja memperkuat di lini pertahanan.

“Arema terlalu asyik menyerang dan mereka lupa pertahanan, sehingga terjadi dua gol untuk timnya,” kata Benni.

Pelatih Arema Cronus Malang Joko Susilo mengatakan pihaknya sangat kecewa dengan penampilan timnya yang tidak mampu lolos ke babak final Piala Presiden.

“Timnya yang bermain dihadapan suporternya seharusnya mendapatkan motivasi tinggi, tetapi ini justru kebalikan kepanikan yang terjadi sehingga terjadi gol ke gawangnya,” kata Joko.

Menurut dia, gol-gol ke gawang Arema merupakan kesalahan tim bukan salah satu pemain, dan timnya segera dievaluasi untuk persiapan pertandingan merebut juara tiga melawan Mitra Kukar. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat