in

Pemerintah Harus Waspadai Setiap Gerakan Yang Merusak Bangsa

ilustrasi (net)

 

ilustrasi (net)
ilustrasi (net)

kicknews.today Bandung – Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra menyatakan, Pemerintah harus mewaspadai setiap gerakan penyebaran informasi melalui berbagai media yang berdampak merusak moral bangsa.

“Ini memang tugas Kominfo, kita memang Komisi I dalam rapat kerja Kominfo bagaimana sekarang membatasi gerakan radikal melalui media sosial,” kata Mayjend TNI (Purn) Supiadin dalam kunjungannya menghadiri Tabligh Akbar di Lapangan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu.

Ia menuturkan, Komisi I bersama Kementerian Kominfo sedang berupaya membuat aturan pembatasan penyebaran informasi agar tidak memberikan dampak buruk terhadap masyarakat.

Namun aturan itu, lanjut dia, tentunya aturan yang mampu mengontrol setiap informasi yang disajikan berbagai media tanpa mengurangi kebebasan berekspresi.

“Sekarang ini media sosial sulit mengontrolnya, anak-anak ini bebas, sulit terkontrol, makanya salah satu alat kontrol itu kita membatasi aturannya tanpa kita mengurangi kebebasan berekspresi, ini sedang kita cari,” kata mantan Pangdam Aceh itu.

Ia menyampaikan, saat ini sedang tumbuh berkembang teknologi informasi komunikasi yang sudah hampir menyentuh seluruh kalangan masyarakat di Indonesia.

Menurut dia, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi itu telah menunjukan dampak positif dan negatif bagi tatanan kehidupan bangsa Indonesia.

“Kemajuan ini teknologi informasi dan komunikasi ada positif dan negatif, kita bisa terjebak ke hal-hal negatif kalau kita tidak hati-hati seperti dari televisi atau video-video itu luar biasa,” katanya.

Gempuran teknologi yang memberikan dampak buruk dari bangsa asing itu, kata dia, dikhawatirkan memecah belah bangsa Indonesia serta merusak moral generasi bangsa.

Menurut dia, berbagai budaya negatif dari bangsa luar telah dilakukan melalui teknologi informasi komunikasi ke Indonesia sehingga perlu dicegah agar bangsa tetap kuat dan bersatu.

“Melalui teknologi informasi komunikasi ini mereka memasukan budaya-budaya asing yang bukan budaya Indonesia untuk melemahkan budaya bangsa Indonesia,” kata politisi dari Fraksi Nasdem itu.

Ia berharap, menangkal serangan negatif dari bangsa luar itu dapat dilakukan secara bersama-sama antarapemerintah, pelaku penyebaran informasi dan seluruh elemen masyarakat.

Terutama, lanjut dia, peran orang tua dalam mendampingi dan mengawasi anak-anaknya saat menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

“Peran orang tua sangat berperan itu yang pertama, maka bagaimana cara yang benar menyampaikan yang negatif dan positif kepada anak, seperti dijelaskan kalau nonton negatif maka akan menjadi negatif, kalau positif maka akan menjadi positif,” katanya. (ant)