BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

For Me This Is Life, Bagi Saya Ini Adalah Kehidupan

 

ilustrasi - poster film THE WALK (net)
ilustrasi – poster film THE WALK (net)

 

kicknews.today – “People ask me ‘Why do you risk death?, For me, this is life.” (Orang-orang bertanya kepada saya “Mengapa Anda bertaruh dengan kematian? Bagi saya, ini adalah kehidupan.) Philippe Petit (diperankan dengan baik oleh Joseph Gordon-Levitt) awalnya merupakan seorang seniman jalanan yang tidak terlalu diperhitungkan dan memamerkan keahliannya di depan umum guna bertarung untuk menjalani kehidupan sehari-hari di Kota Paris.

Kecintaannya terhadap dunia pertunjukan muncul ketika saat kecil dia menyelinap masuk untuk menonton sirkus yang menampilkan beragam jenis keahlian, khususnya yang paling menarik perhatiannya adalah meniti tali di atas ketinggian.

Sejak masa anak-anak itu pula, dia berlatih secara otodidak dengan memasang tali dan berlatih meniti tali di antara pepohonan, meskipun hal itu tidak mendapatkan persetujuan dari sang ayahanda yang bekerja sebagai seorang pilot.

Karena ketidaksetujuan itu, dia memutuskan untuk pergi dari rumahnya dan menampilkan seni pertunjukan dari beragam keahlian yang dia miliki (seperti juggling, sulap, menaiki sepeda roda satu) di jalanan Kota Paris.

Namun, keahlian utama yang dimilikinya dan selalu dilatihnya adalah berjalan di atas seutas tali dan dia selalu mencari tempat yang tepat untuk menggantungkan talinya, bisa itu di antara lampu jalan atau pohon.

Hingga suatu ketika, saat sedang menunggu giliran di dokter gigi, dia membaca sebuah majalah yang mengulas pembuatan World Trade Center, yang disebut akan menjadi gedung tertinggi di dunia (saat itu era 1970-an).

Philippe berambisi untuk merentangkan talinya di WTC karena selain sebagai gedung tertinggi di dunia, WTC itu sendiri merupakan dua gedung yang dibangun berdampingan atau kerap disebut “menara kembar”.

Untuk mewujudkan hal itu, dia berguru kepada Papa Rudi (Ben Kingsley), pemilik sirkus yang juga memiliki keahlian berjalan di atas tali, dan menguasai berbagai hal seluk-beluk seperti bagaimana memasang tali yang benar agar tetap kencang dan tidak terjatuh.

Tidak hanya dengan Papa Rudi, Philippe juga mendapat bantuan dari sejumlah orang lainnya, antara lain seniman lainnya yang merupakan seorang pengamen, Annie (Charlotte Le Bon), yang juga merupakan kekasihnya, dan seorang fotografer Jean-Louis (Clement Sibony), serta teman Jean-Louis, Jeff (Cesar Domboy).

Saat mengemukakan rencananya bahwa dirinya bakal berjalan meniti tali di antara gedung yang memiliki tinggi sekitar 415 meter, awalnya ditolak oleh Papa Rudi.

Namun setelah berbicara dari hati ke hati, Papa Rudi akhirnya menyetujuinya dan mengatakan, “Phillippe, saya mungkin tidak memahami apa yang akan kamu lakukan, tetapi saya yakin ini adalah sesuatu… sesuatu yang indah.” Setelah mendapat persetujuan Papa Rudi, Philippe bersama Annie mengunjungi WTC yang hampir rampung tersebut dan memasuki kawasan konstruksi itu untuk melihat bagaimana Philippe bisa mewujudkan “kegilaan” tersebut.

Philippe benar-benar serius dalam melakukan persiapan berjalan di atas tali di antara kedua menara kembar WTC. Dia bahkan hingga menyamar sebagai seorang wartawan dari majalah arsitek asal Prancis, hanya untuk menanyakan, berapa jarak antara kedua menara kembar tersebut.

Selain itu, dia juga melakukan pengamatan selama berhari-hari untuk mengetahui bagaimana sistem keamanan di dalam konstruksi WTC, serta bagaimana cara tercepat untuk mencapai dek observasi di atap WTC.

Philippe juga mendapat bantuan antara lain dari Jean-Pierre (James Badge Dale), pemilik toko elektronik yang merupakan migran Prancis di New York, yang membantu mewujudkan impian Philippe.

Selain itu, bantuan lainnya juga datang dari Barry Greenhouse (Steve Valentine), pegawai yang bekerja di dalam WTC yang memiliki akses hingga ke tingkat atas dari gedung tersebut.

Terkadang dalam perencanaan memang tidak semulus hal yang diharapkan, seperti kaki Phillippe yang tertancap paku besar di area konstruksi ketika dia sedang menyamar sebagai seorang eksekutif yang sedang memantau pembangunan.

Namun, dengan berbagai hambatan yang ada, Philippe benar-benar bertekad untuk mewujudkan mimpinya untuk meniti tali di WTC, dan waktu yang ditetapkan adalah tanggal 7 Agustus 1974 pada pagi hari, ketika orang-orang New York baru akan memulai aktivitas kesehariannya.

Dengan rencana yang benar-benar disusun dengan rapi, Philippe bersama anggota timnya berhasil menyelundupkan barang-barang yang diperlukan untuk aksinya ke dalam gedung WTC.

Pada 6 Agustus malam, setelah petugas jaga tidak lagi terlihat, Philippe dan timnya memasang tali di kedua menara (dengan menggunakan cara kuno tapi efektif, yaitu memanah dari atap satu menara ke atap menara yang lain).

Setelah seluruh persiapan itu selesai (meski dihambat sejumlah kesulitan seperti munculnya sosok misterius di pagi hari yang kemudian pergi begitu saja), Philippe akhirnya menyatakan siap untuk melakukan mimpinya, berjalan di angkasa antara dua menara kembar WTC.

Sebagai seorang sutradara kawakan Robert Zemeckis yang telah mafhum dalam membuat film dengan efek khusus, seperti film “Back to the Future” dan “Who Framed Roger Rabbit”. Zemeckis juga layak diacungi jempol karena secara realistis berhasil menampilkan penggambaran seseorang yang meniti tali di atas ketinggian ratusan meter.

“Kami berupaya keras dan belakar serta memastikan bahwa kami melakukan segalanya untuk menimbulkan vertigo (perasaan pusing/sakit kepala, umumnya ketika seseorang berada di ketinggian) pada penonton,” kata Zemeckis sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Zemeckis juga mengemukakan bahwa film tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada menara kembar WTC. Sebagaimana diketahui, kedua menara kembar WTC telah runtuh pada 11 September 2001 karena aksi teroris.

Senada dengan sang sutradara, sang aktor utama Gordon-Levitt kepada Reuters juga mengemukakan bahwa dirinya setuju bahwa film tersebut juga semacam “surat cinta” kepada menara kembar WTC.

Gordon-Levitt, yang berada di New York saat tragedi 9-11 yang meruntuhkan WTC, menyatakan bahwa di benak banyak orang bila mengingat WTC akan selalu teringat mengenai tragedi yang terjadi.

Namun dengan sebagaimana kejadian tragis lainnya, lanjutnya, merupakan hal yang baik untuk mengingat hal-hal yang positif, kenangan indah yang ada, seperti seseorang yang mengenang orang lain yang telah meninggal dunia.

Gordon-Levitt, yang dilatih secara langsung oleh sang maestro, Phillippe Petit, dalam pembuatan film itu juga mengemukakan, “You don’t want to focus only on the death, you want to celebrate their life and that is what we wanted to do with this movie and the Twin Towers.”

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Peringatan Hari Bhakti Dokter ke-109, ini Tiga Pola Edukasi Kesehatan oleh IDI Kota Mataram

  kicknews.today – Dalam peringatan Hari Bhakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-109, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ...